Liputan6.com, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) M. Qodari mengatakan pemerintah menargetkan merampungkan 101 Sekolah Rakyat pada Juni 2026. Dengan demikian, sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat menampung siswa baru dari keluarga miskin ekstrem pada tahun ajaran 2026/2027.
Di sekolah-sekolah tersebut, siswa akan memperoleh fasilitas asrama, layanan kesehatan, sarana belajar digital, serta kebutuhan pokok dan penunjang pendidikan lainnya yang disediakan secara gratis.
Advertisement
Qodari mengatakan, seluruh sekolah ini merupakan bagian dari pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap kedua yang proses pembangunannya telah dilaksanakan sejak tahun lalu. Adapun per awal tahun 2026, seluruh progres pembangunan sekolah-sekolah ini sesuai dengan rencana dan diharapkan rampung pada 20 Juni 2026 mendatang.
Ia menambahkan bahwa pembangunan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama, yakni Sekolah Rakyat rintisan yang diresmikan tahun lalu.
"Sehingga, (sekolah-sekolah tersebut) dapat digunakan untuk tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada Juli 2026 yang akan datang," ujar Qodari dalam konferensi pers, Rabu (25/3).




