Timur Tengah Membara, Australia Tolak Pengunjung dari Iran

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Australia melarang masuk para pengunjung dari Iran di tengah berkecamuknya perang Timur Tengah. Larangan yang bersifat sementara ini disebut demi kepentingan nasional Australia. Alasannya, perang Amerika Serikat-Israel di Iran telah meningkatkan risiko bahwa pemegang paspor Iran dapat menolak atau tidak dapat terbang pulang setelah visa kunjungan jangka pendek mereka berakhir.

Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan bahwa larangan terhadap pengunjung dari Iran tersebut akan berlaku selama enam bulan, dan menyebut langkah itu sebagai demi "kepentingan nasional di tengah kondisi global yang berubah dengan cepat".

"Konflik di Iran telah meningkatkan risiko bahwa beberapa pemegang visa sementara mungkin tidak dapat atau tidak mungkin meninggalkan Australia ketika visa mereka berakhir," kata Departemen Dalam Negeri Australia dalam sebuah pernyataan, dilansir media Al-Jazeera, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Iran Akan Akhiri Perang Setelah Ada Jaminan Tak Akan Terulang Lagi

"Langkah ini memberi Pemerintah waktu untuk menilai situasi dengan benar, sambil tetap memberikan fleksibilitas dalam kasus-kasus terbatas," imbuh departemen dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (25/3/2026).

Larangan tersebut berlaku untuk warga negara Iran yang saat ini berada di luar Australia - bahkan jika mereka memiliki visa kunjungan Australia untuk pariwisata atau pekerjaan.

Pengecualian terhadap larangan tersebut termasuk warga negara Iran yang sudah berada di Australia, mereka yang saat ini transit ke Australia, pasangan, atau anak tanggungan warga negara Australia, dan mereka yang memiliki visa permanen.

Pengecualian juga akan dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus, seperti untuk orang tua warga negara Australia, kata departemen tersebut.




(ita/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Xiaomi Resmi Hentikan Pembaruan MIUI dan Beralih Sepenuhnya ke HyperOS
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prajurit TNI AD Koptu YP Akui Beli Narkoba di Kompleks Berlan Jaktim, Kini Ditahan
• 4 jam lalukompas.com
thumb
UN Women: Masih Banyak Orang Indonesia Tak Yakin Perempuan Bisa Jadi Pemimpin
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Si Jago Merah Lahap Hotel Mewah, Ratusan Tamu Dievakuasi
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penyerahan Jabatan Kabais TNI Bisa Menjadi Contoh Bagi Institusi Lain
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.