Masalah anak susah makan bisa terjadi sejak bayi, dan penyebabnya pun beragam. Ketika si kecil susah makan, orang tua akan melakukan apa aja agar makanan bisa dilahap.
Mulai dari mengganti menu makanan hingga menciptakan suasana makan yang lebih seru. Ya Moms, tak sedikit pula orang tua yang akhirnya memperbolehkan anak makan sambil bermain agar asupan tetap masuk.
Ini jugalah yang dilakukan oleh ibu pemilik akun Instagram @astutisunarmi. Ia mengajak anaknya bermain games sederhana seperti suwit, di mana yang kalah harus makan satu suapan.
Cara ini tampak efektif baginya karena membuat putrinya mau makan. Tapi apakah benar bisa mengatasi Gerakan Tutup Mulut (GTM)? Dan bolehkah kebiasaan makan ini dilanjutkan?
Penjelasan Dokter tentang Makan Sambil BermainMenurut dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), kebiasaan makan sambil bermain sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan kondisi medis tertentu. Namun, hal ini tetap tidak dianjurkan untuk dijadikan kebiasaan.
“Sebaiknya anak makan sambil duduk dan mengikuti feeding rules sejak usia 6 bulan agar lebih fokus saat makan,” ujar dr. Reza kepada kumparanMOM, Rabu (25/3).
Ia juga menjelaskan, makan sambil bermain atau berlari dapat meningkatkan risiko tersedak, karena anak tidak fokus saat mengunyah dan menelan makanan.
Selain itu, kebiasaan makan dengan distraksi seperti bermain bisa berdampak jangka panjang. Anak menjadi terbiasa makan hanya jika ada “ritual” tertentu, sehingga sulit makan dengan tenang di kemudian hari. Maka dari itu, perlunya feeding rules diterapkan sejak anak mulai belajar makan.
Feeding rules yang bisa diterapkan:
Makan maksimal 30 menit sambil duduk
Beri jeda antara makan utama dan camilan
Tidak menjadikan makanan sebagai hadiah
Meski begitu, dr Reza memahami bahwa orang tua sering berada di situasi dilema ketika anaknya sedang sulit makan. Tapi yang terpenting adalah untul membiasakan suasana makan yang netral tanpa paksaan.
Jika anak tetap sulit makan, orang tua bisa mencoba pendekatan lain seperti:
Variasi menu makanan
Eksplorasi rasa yang lebih sesuai dengan selera anak
Sebab, menurut dr. Reza, pada anak usia 5 tahun ke atas, penyebab GTM biasanya bukan karena masalah pola makan.
“Pada anak usia 5 tahun ke atas, GTM biasanya bukan karena struktur makan, tapi karena bosan atau rasa makanannya kurang enak,” tambah dr. Reza.
Artinya, daripada mengandalkan distraksi seperti permainan, penting bagi orang tua untuk mencari tahu preferensi anak dan menciptakan pengalaman makan yang nyaman serta menyenangkan, tanpa harus bergantung pada aktivitas lain, Moms.





