Suasana kawasan Pasar Asemka, Jakarta Barat, tampak ramai pada masa libur Lebaran, tepatnya pada Kamis (26/3) siang. Deretan lapak mainan tampak dipadati oleh pengunjung, didominasi keluarga yang datang bersama anak-anak.
Di antara deretan lapak, tumpukan mainan berwarna cerah menjadi pusat perhatian, sementara suara tawa anak-anak terdengar bersahutan, bercampur dengan riuh tawar-menawar.
Di tengah keramaian itu, suara sahutan antar pedagang terdengar lantang. “Ayo! Rp 35 (ribu), 3 Rp 100 (ribu). Boleh, pilih aja boleh!” Teriak salah satu pedagang, menarik perhatian pengunjung yang melintas.
Ono (50), pedagang dari lapak Najwa Mainan, mengaku suasana pasca-Lebaran membawa berkah tersendiri bagi penjual. Pembeli datang silih berganti tanpa henti.
“Rame, lumayan,” ujarnya singkat.
“Lebih rame ini. Mantap," imbuhnya semangat.
Kerap Ramai saat Libur LebaranOno sudah berjualan sejak tahun 2002 di Pasar Asemka. Menurut Ono, lonjakan pembeli memang kerap terjadi saat momen libur panjang, terutama Lebaran.
“Hari liburan, lebaran, rame,” katanya.
Ia menyebut, tren mainan yang diminati anak-anak terus berubah. Saat ini, salah satu yang sedang banyak dicari adalah fun ball.
“Seperti yang lagi bagus mah, nih, fun ball,” ucapnya sambil menunjukkan barang dagangannya.
Omzet Naik Berkali-kali LipatDari sisi penjualan, Ono mengaku mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat.
“Peningkatannya bisa tiga kali lipat,” katanya.
Untuk menarik pembeli, ia juga memberikan harga obral untuk berbagai jenis mainan.
“Ini rata-rata Rp 35 (ribu) aja, 3 (barang) Rp 100 (ribu). Apa aja (jenisnya). Yang besar yang kecil sama, 35, 3 100," katanya.
Cerita Orang TuaDi tengah keramaian, Mamay (30) dan Firdaus (34) tampak sibuk memilih mainan untuk anak-anak mereka. Dalam sekali belanja, keduanya membeli cukup banyak.
“Ada robot, truk, ada mobil-mobilan. Ada delapan (mainan),” kata Mamay.
Mamay mengaku sengaja berbelanja di Pasar Asemka karena harga yang lebih terjangkau dibanding tempat lain.
“Ya soalnya kan kita mau beli banyak kan, jadi lebih murah aja kalau di sini kan,” ujarnya.
“Murahnya ini sih, kalau di tempat lain satu Rp 35.000, di sini Rp 35.000 dua," timpal Firdaus.
Uang yang digunakan untuk membeli mainan, kata Mamay, berasal dari THR yang diterima anak-anak, ditambah tabungan mereka.
“Digabung, bongkar celengan sama THR digabung ama anak-anak, kemarin kan abis bongkar celengan,” ucap Mamay.
Menurut Firdaus, momen pasca-Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk berbelanja karena kondisi jalan yang lebih lengang.
“Kalau hari biasa kan apa ya, nggak sempet kemari. Kalau ini sekarang kan jalanan lancar, jadi pas nih gitu, momennya pas abis Lebaran jalanan lancar, cuaca juga nggak panas, ya udah sekalian kemari,” pungkasnya.





