PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat laba bersih pada tahun buku 2025 sebesar USD 127,8 juta atau sekitar Rp 2,15 triliun (kurs Rp 16.901 per dolar AS), melonjak 281,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 33,5 juta.
Direktur Perseroan, Jonathan Kandinata, menyebut capaian ini menjadi refleksi keberhasilan transformasi CDIA di tahun perdananya sebagai emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2025 lalu.
"Tahun 2025 merupakan tonggak transformatif bagi CDI Group seiring keberhasilan kami bertransformasi menjadi perusahaan terbuka, dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid," kata Jonathan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (26/3).
Dari sisi pendapatan, CDIA mencatat pendapatan bersih sebesar USD 148,0 juta, meningkat 44,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 102,3 juta.
Jika dirinci, kontribusi pendapatan terbesar masih berasal dari segmen energi sebesar USD 105,8 juta, tumbuh 15,2 persen secara tahunan. Sementara itu, segmen kepelabuhanan dan penyimpanan menyumbang USD 5,6 juta, naik 16,5 persen.
Namun, pertumbuhan paling signifikan terjadi pada segmen logistik yang mencatat pendapatan sebesar USD 36,6 juta, melonjak 551,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 5,6 juta.
Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan meningkat menjadi USD 112,6 juta dari sebelumnya USD 91,8 juta, sehingga laba kotor naik menjadi USD 35,4 juta dari USD 10,5 juta pada 2024, atau tumbuh 238,2 persen.
Dari sisi profitabilitas, kinerja Perseroan juga menunjukkan peningkatan. Margin laba kotor naik jadi 23,9 persen dari sebelumnya 10,2 persen, sedangkan margin laba bersih setelah pajak melonjak menjadi 86,3 persen dari 32,7 persen. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 80,2 persen dari 29,9 persen.
EBITDA Perseroan sendiri tercatat sebesar USD 118,8 juta, naik 288,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 30,6 juta.
Total aset Perseroan meningkat menjadi USD 1.743,8 juta dari USD 1.080,5 juta, sementara total ekuitas naik menjadi USD 1.135,9 juta dari USD 752,2 juta.
Di sisi lain, total liabilitas tercatat USD 607,9 juta, naik dari USD 328,4 juta, dengan utang berbunga jangka panjang mencapai USD 558,3 juta dibandingkan USD 292,8 juta pada tahun sebelumnya.
Perseroan juga mencatat posisi likuiditas kas dan setara kas serta surat berharga mencapai USD 803,3 juta, meningkat dari USD 315,6 juta pada 2024. CDIA Group menetapkan dividen interim sebesar USD 10 juta untuk tahun buku 2025.
"Selama tahun 2025, Perseroan juga menetapkan dividen interim untuk FY2025 sebesar USD 10 juta, yang menegaskan komitmen kami dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," lanjut Jonathan.





