Direktur BCA (BBCA) Yakin Anggota DK OJK Baru Mampu Rumuskan Kebijakan Hadapi Dinamika Global

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Direktur BBCA Santoso Liem menyampaikan rasa optimistis serta harapan besar terhadap jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK yang baru dilantik.

Direktur BCA (BBCA) Yakin Anggota DK OJK Baru Mampu Rumuskan Kebijakan Hadapi Dinamika Global. (Foto Anggie/IMG)

IDXChannel - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Santoso Liem menyampaikan rasa optimistis serta harapan besar terhadap jajaran Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru dilantik.

Santoso meyakini pimpinan baru OJK merupakan figur pilihan yang mampu merumuskan kebijakan antisipatif dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Baca Juga:
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Tindak Pidana Perbankan di Stasiun Gambir

"Jadi memang dinamika akan makin ketat, tapi kami percaya mereka adalah orang-orang pilihan yang bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang lebih baik lagi buat Indonesia. Jadi kami yakini bahwa ini akan baik buat Indonesia," kata Santoso saat ditemui usai pelantikan DK OJK di Mahkamah Agung, Jakarta, ditulis Kamis (26/3/2026).

Di tengah gejolak ekonomi, Santoso menegaskan, fundamental perbankan nasional tetap solid. Dia berharap peran regulator dan perbankan dapat bersinergi dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam memasuki periode setelah hari raya.

Baca Juga:
Pimpinan OJK Baru Langsung Rapat Perdana Dewan Komisioner usai Dilantik

"Jadi kita harapkan bisa mendukung terutama masyarakat yang dalam posisi sekarang mungkin selesai dengan Lebaran, tantangannya adalah setelah Lebaran bagaimana mereka bisa melanjutkan aktivitas menjadi lebih baik," ujar Santoso.

Baca Juga:
OJK Dukung Purbaya Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun di Himbara dan Bank Jakarta

Meskipun permintaan kredit relatif terjaga, BCA mengingatkan adanya risiko pada sektor-sektor tertentu yang bergantung pada rantai pasok global dan komoditas impor.

Ketegangan geopolitik yang berkelanjutan dinilai berdampak langsung pada industri yang mengandalkan gandum, turunan minyak, plastik, hingga bahan kimia.

"Tantangan yang kedepan akan muncul adalah supply chain. Supply chain kan kita tahu terganggu beberapa karena peperangan, juga komoditi tertentu," kata Santoso.

Dia merinci lebih lanjut mengenai ketergantungan industri terhadap wilayah konflik dan bahan baku spesifik.

"Komoditi yang dari dulu kan gandum kita tahu tergantung dari Ukraina. Ada yang sangat support terhadap turunan daripada minyak. Contohnya industri plastik, industri chemical itu pasti akan berdampak. Jadi saya berkeyakinan bahwa masing-masing pemain sudah mencoba memiliki antisipasi," ujarnya.

Dengan demikian, Santoso mengibaratkan navigasi bisnis di tengah ketidakpastian ini seperti mengendarai kendaraan yang membutuhkan kecermatan dalam mengatur momentum.

"Jadi kita nantikan saja karena kita juga enggak ada yang tahu kapan perang ini akan berakhir. Jadi yang penting adalah waktunya ini dibutuhkan driver yang pandai untuk kapan ngegas dan kapan ngerem," kata Santoso.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Makassar 26 Maret 2026
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jasa Marga: 285.000 kendaraan menuju Jakarta pada puncak arus balik
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Laba Bersih AMMAN Merosot Jadi USD 258 Juta pada 2025 Imbas Penjualan Seret
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pertemuan Trump-Xi Jinping Akhirnya Bakal Terjadi, Dilakukan di China 14-15 Mei Nanti
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Ioniq 5 Dibobol Modus Pecah Kaca di Serpong, Dua Pelaku Langsung Diringkus
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.