Laba Bersih AMMAN Merosot Jadi USD 258 Juta pada 2025 Imbas Penjualan Seret

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencatat laba bersih sebesar USD 258 juta sepanjang 2025, turun tajam 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 642 juta.

Sepanjang tahun, penjualan bersih AMMAN tercatat sebesar USD 1.847 juta, lebih rendah 31 persen dibandingkan 2024 sebesar USD 2.664 juta. Penurunan ini tak terlepas dari perubahan kebijakan yang membatasi penjualan hanya pada produk logam jadi, serta dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun yang sempat menekan volume penjualan.

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, menyampaikan kondisi ini merupakan bagian dari proses transformasi yang sedang berlangsung.

"Tahun 2025 merupakan tahun transisi yang sangat penting bagi AMMAN. Peralihan ke penambangan Fase 8 yang ditandai dengan kadar bijih yang lebih rendah, bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas smelter, menimbulkan tekanan operasional jangka pendek," jelas Arief, dalam keterangan resmi, Kamis (26/3).

Arief mengatakan di tengah tekanan ini, perusahaan tetap berhasil mencapai berbagai capaian strategis. "Namun, kami berhasil mencapai berbagai tonggak strategis, terutama menuntaskan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh," kata dia.

Dari sisi operasional, produksi AMMAN mengalami penurunan seiring masuknya fase penambangan baru. Produksi konsentrat tercatat sebesar 446.563 metrik ton kering atau turun 41 persen secara tahunan.

Produksi tembaga mencapai 209 juta pon, turun 47 persen, sedangkan produksi emas turun lebih dalam sebesar 87 persen menjadi 102.758 ons.

Arief menuturkan, penurunan ini terjadi karena material yang diolah selama periode transisi berasal dari bijih berkadar lebih rendah serta stockpile. Meski demikian, perusahaan masih mampu mencatatkan kinerja operasional yang melampaui target internal, di mana produksi konsentrat melebihi panduan sebesar 4 persen dan emas melampaui 14 persen, sementara tembaga berada 8 persen di bawah target.

Tekanan kinerja juga terlihat dari distribusi penjualan yang tak merata sepanjang tahun. Setelah menghadapi tantangan di semester pertama, kinerja mulai pulih pada paruh kedua, terutama setelah perusahaan memperoleh izin ekspor konsentrat pada akhir Oktober 2025.

Bahkan, sekitar 70 persen penjualan tahunan berasal dari kuartal keempat, didorong oleh stabilnya operasi smelter dan fasilitas pemurnian.

Di sisi lain, Arief melanjutkan, strategi hilirisasi mulai menunjukkan hasil. AMMAN mencatat produksi katoda tembaga pertama pada Maret 2025 dengan total produksi mencapai 79.849 ton sepanjang tahun.

Selain itu, produksi emas murni dimulai pada Juli 2025 dan menghasilkan 124.723 ons. Transformasi ini memperkuat posisi perusahaan sebagai produsen terintegrasi dari tambang hingga pemurnian.

Meski laba tertekan, AMMAN membukukan EBITDA sebesar USD 1.057 juta dengan margin 57 persen, meningkat dibandingkan margin 54 persen pada 2024.

Dari sisi neraca, hingga akhir 2025, total utang tercatat sebesar USD 6.432 juta, naik 50 persen secara tahunan, sementara utang bersih mencapai USD 5.756 juta dengan posisi kas sebesar USD 677 juta.

Memasuki 2026, AMMAN menargetkan peningkatan produksi yang signifikan dengan proyeksi produksi konsentrat mencapai 900.000 metrik ton kering yang mengandung 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons emas.

Namun, perusahaan menyebut prioritas utama tetap pada stabilisasi operasi smelter agar kinerja dapat lebih konsisten ke depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prajurit TNI AD Koptu YP Akui Beli Narkoba di Kompleks Berlan Jaktim, Kini Ditahan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Terpikat Kemegahan IKN, Turis Mancanegara Ungkap Keinginan Tinggal di Ibu Kota Baru
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
NasDem Dukung Rencana WFH untuk Hemat Energi: Idealnya Hari Kamis atau Jumat
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Bulog Jayapura Prioritaskan Penyaluran Minyak Goreng ke Pasar Rakyat
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
John Herdman Respons Absennya Dean James dari Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 di Tengah Isu Paspor yang Dipermasalahkan di Belanda
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.