Penulis: Muhammad Aswan
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari menyampaikan bahwa meskipun dalam beberapa waktu terakhir curah hujan di wilayah Sulawesi Tenggara cenderung meningkat, kondisi tinggi gelombang laut di perairan setempat masih berada pada kategori normal.
Berdasarkan pemantauan BMKG, sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang bervariasi selama sepekan ke depan.
Kendati demikian, kondisi perairan secara umum masih tergolong relatif tenang dengan tinggi gelombang yang berada pada level rendah.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Syam, menjelaskan bahwa hasil analisis terbaru menunjukkan kondisi gelombang laut masih stabil. Namun, ia menegaskan bahwa potensi peningkatan gelombang tetap dapat terjadi sewaktu-waktu.
”Kondisi gelombang saat ini berdasarkan data trakit pagi tadi kondisi umumnya itu terbilang rendah tapi tidak menutup kemiungkinan terjadi peningkatan gelombang ke sedang,” ujarnya
BMKG menegaskan bahwa meskipun kondisi saat ini masih aman, dinamika cuaca di wilayah perairan dapat berubah dengan cepat.
Oleh karena itu, masyarakat, khususnya pelaku transportasi laut, nelayan, dan pengguna jasa pelayaran diminta untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut.
Selain faktor angin, BMKG juga menjelaskan bahwa perubahan tinggi gelombang dapat dipengaruhi kondisi atmosfer lokal, termasuk pertumbuhan awan cumulonimbus.
Awan ini biasanya terlihat sebagai gumpalan gelap yang berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang di sekitar wilayah perairan yang dilaluinya.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Jika terlihat tanda-tanda pertumbuhan awan gelap, nelayan maupun operator pelayaran disarankan untuk menghindari jalur tersebut atau menunda keberangkatan demi keselamatan.
Editor: Redaksi TVRINews





