Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara terus melakukan perbaikan guna meningkatkan kualitas layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Perbaikan dan Penurunan Jumlah SPPG DisuspendWakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, "Terjadi penurunan dibandingkan dua minggu lalu karena sudah pada mendaftar Sertifikat Layak Higiene dan Sanitasi (SLHS)."
Ia menjelaskan hingga 25 Maret 2026 tercatat 1.528 SPPG di seluruh Indonesia mengalami penghentian operasional sementara sejak Januari 2025.
Menurutnya, sebagian besar SPPG yang sebelumnya disuspend kini mulai memenuhi kewajiban administrasi dan standar yang ditetapkan.
"Setelah kita suspend, kalau masalahnya karena belum mendaftar SLHS, sekarang sudah banyak yang mendaftar," katanya.
Pengawasan dan Standar Layanan GiziBGN menegaskan penghentian sementara dilakukan untuk memastikan standar higiene dan sanitasi tetap terjaga.
Langkah ini juga menjadi bagian dari pengawasan nasional agar layanan gizi kepada masyarakat tetap aman dan sesuai ketentuan.
BGN mencatat penghentian operasional terjadi karena dua faktor, yakni kejadian menonjol seperti gangguan pencernaan serta pelanggaran teknis seperti pembangunan dapur yang tidak sesuai standar.
Dengan meningkatnya kepatuhan terhadap SLHS, operasional SPPG diharapkan dapat kembali normal secara bertahap di berbagai wilayah.




