Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali berencana mengubah rute penyebrangan kendaraan logistik Jawa-Bali dan sebaliknya. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, hal ini untuk mencegah antrean horor di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk saat arus mudik Lebaran.
Koster meminta Kadis Perhubungan Kadek Mudarta dan Kadis PUPR Bali Nusakti Yasa Wedha merancang rute penyebrangan dan rute perjalanan darat kendaraan logistik.
"Pak kadis tolong segera rancang arahan Pak Menteri Perhubungan supaya dari Ketapang yang nyeberang ke Gilimanuk berkurang menggunakan kapal lewat darat," kata Koster saat memberikan arahan kepada ASN di Gedung Art Center, Kota Denpasar, Kamis (26/3).
"Ini sudah dibuktikan Pak Menteri untuk Pelabuhan Merak mengurangi [kepadatan saat arus] mudik menggantikan kendaraan lewat darat. Ternyata modalnya juga enggak banyak karena hanya untuk pelabuhan kendaraan logistik," sambungnya.
Menurut Koster, para kadis bisa mengkaji dengan membangun pelabuhan di Bali Bagian Barat, Timur, dan Selatan, yang langsung terhubung dengan Pelabuhan Ketapang di Jawa Timur.
"Nanti rute kendaraan logistik berubah tidak lagi menggunakan kapal menyeberang ke Gilimanuk. Jadi kalau dia ke Karangasem enggak perlu lewat [darat menuju] Buleleng tapi langsung aja ke Ketapang ke Karangasem lewat laut. Kalau ke Buleleng lewat [kawasan Pelabuhan] Celukan Bawang, kalau lewat Gianyar ke [Pelabuhan] Kusamba," katanya.
Dia berharap rencana ini bisa diterapkan pada tahun 2027 mendatang.
"Tolong siapkan konsep paparannya nanti saya menghadap Komisi V dan Pak Menteri Perhubungan supaya percepatan pembangunan infrastruktur bisa dilakukan dengan anggaran yang lebih besar [pada tahun] 2027. Karena apa yang disusun APBN," katanya.





