Gubernur minta optimalisasi layanan PMI Krama Bali buat wadahi pekerja

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM (Disnaker ESDM) Bali mengoptimalisasi layanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Krama Bali untuk mewadahi para pekerja migran asal Bali.

“Jalankan aplikasi PMI Krama Bali ini. Ini juga belum optimal, PMI asal Bali dan sistem aplikasinya perlu dikelola betul, sosialisasi supaya siapapun yang mau berangkat terwadahi,” ucapnya di Denpasar, Kamis.

Koster dalam arahannya menyampaikan pendataan terhadap PMI Bali penting. Dengan mengetahui data diri serta dari mana asalnya, siapa keluarganya, di mana bekerja saat ini, dan apa perusahaannya, maka pemerintah daerah bisa cepat menangani ketika terjadi persoalan.

“Kalau terjadi apa-apa cepat tahu, tidak kesulitan, bisa komunikasi dengan konsulat, ini belum dilakukan, makanya kita sering menghadapi masalah pengiriman maupun ketika sudah di luar negeri,” ujarnya.

Baca juga: Pada Ramadhan 203 PMI non-prosedur dideportasi dari Malaysia via Dumai

Disnaker ESDM Bali diminta mendorong para PMI Bali untuk segera bergabung dalam sistem sehingga bisa memanfaatkan layanan Pemprov Bali apalagi di tengah situasi konflik sejumlah negara.

Gubernur Koster menargetkan agar pada pertengahan tahun 2026 sistem PMI Krama Bali sudah optimal memuat data-data PMI di luar negeri.

“Jumlah PMI Bali waktu COVID-19 sekitar 22 ribu, ketahuannya saat kembali ke Bali dan yang masuk sistem sedikit, artinya sebagian besar kita tidak tahu anak-anak ini siapa, jadi kalau kenapa-kenapa kita tidak punya sistem pelayanan cepat,” sambungnya.

Selain memikirkan sistem pendataan bagi PMI Bali, Gubernur Koster juga mengingatkan yang utama adalah memastikan sumber daya manusia Bali atau lulusan-lulusan siap kerja dipertemukan dengan pemberi kerja.

Baca juga: KJRI Kuching fasilitasi pemulangan 419 WNI dari Sarawak jelang lebaran

Pemprov Bali wajib mewadahi mereka pelatihan agar mampu masuk dunia kerja, melalui kerja sama dengan lembaga fasilitasi, perguruan tinggi, dan koneksi terhadap industri.

“Hubungkan dengan industri di dalam maupun luar negeri, lulusan SMA/SMK kita banyak di pesiar, spa, dan yang lain di Jepang, Eropa, Timur Tengah, jadi perlu disiapkan pelatihan,” kata Koster.

Gubernur melihat yang biasanya menjadi kendala adalah modal untuk berangkat, di mana semestinya pemerintah hadir memfasilitasi dan menertibkan lembaga yang nakal seperti meminta uang kepada calon PMI lalu kemudian menelantarkan mereka di luar negeri.

“Itulah kenapa diurus supaya jangan sampai masyarakat jadi korban. Bagi tenaga kerja yang menghadapi masalah, atau ada yang meninggal perlu penjemputan itu diurus, di samping tetap menciptakan lapangan kerja lewat wahana bursa kerja,” ujarnya.

Baca juga: Menteri P2MI sampaikan pesan komitmen perkuat pelayanan pekerja migran
Baca juga: KemenP2MI kawal penanganan kasus meninggalnya PMI di Arab Saudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Termasuk Wonderkid Liverpool, Kuartet Andalan St. Kitts and Nevis yang Layak Diwaspadai Timnas Indonesia Saat Bertemu di FIFA Series
• 2 jam lalubola.com
thumb
Pengungkapan Auktor Intelektualis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Penentu Kepercayaan Publik
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Dunia Kena, Bahlil Yakinkan Bisa Jaga Pasokan Hingga Harga BBM Cs RI
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Luasan Izin Tambang di DIY akan Dibatasi Maksimal 5 Hektare
• 1 menit lalukumparan.com
thumb
106 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta Lewat Cikatama
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.