Penulis: Novita Bonara
TVRINews, Tulehu
Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Maluku Tengah memasuki fase krusial dengan pengawasan ketat petugas
Otoritas pelabuhan di Maluku Tengah mulai mengantisipasi lonjakan signifikan pergerakan penumpang pada fase akhir libur Lebaran 1447 Hijriah. Pelabuhan Tulehu diprediksi akan menghadapi titik tertinggi arus balik yang terbagi dalam dua gelombang utama pada pekan ini.
Berdasarkan analisis data lapangan, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tulehu, Mira Kaimudin, mengonfirmasi bahwa kepadatan penumpang diperkirakan mencapai puncaknya pada Rabu dan Minggu 25 – 29 Maret 2026.
Strategi mitigasi telah disiapkan untuk menjamin kelancaran mobilisasi warga antarpulau tersebut.
"Armada kapal yang beroperasi saat ini dinilai telah memadai untuk melayani para pemudik. Ketersediaan ini diharapkan mampu menjamin standar keamanan dan keselamatan penumpang selama periode arus balik," ujar Mira Kaimudin TVRI News.
Penguatan Konektivitas Antarpulau
Fokus pengawasan kini diarahkan pada sejumlah rute krusial yang menghubungkan wilayah Maluku Tengah dan sekitarnya. Pihak otoritas mengidentifikasi rute Amahai–Tulehu, Haria–Tulehu, serta jalur jarak jauh Banda–Tulehu sebagai titik dengan potensi eskalasi penumpang paling tinggi.
Guna menjaga stabilitas operasional di terminal, UPP Kelas II Tulehu mengedepankan prinsip kolaborasi lintas sektoral. Langkah ini melibatkan sinergi terpadu bersama personel TNI, Polri, dan Basarnas untuk memastikan setiap prosedur keselamatan maritim dipatuhi secara ketat.
Integrasi antara ketersediaan armada yang tangguh dan pengamanan yang solid menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban layanan transportasi laut tahun ini.
Upaya kolektif dari berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang aman bagi seluruh pengguna jasa di tengah tingginya dinamika arus balik 2026.
Editor: Redaksi TVRINews





