Pantau - Kesepakatan migrasi antara Inggris dan Prancis pada 2023 dilaporkan memicu peningkatan signifikan kematian migran yang mencoba menyeberangi Selat Inggris.
Laporan Ungkap Lonjakan KematianOrganisasi Border Forensics menyatakan, “Sebuah laporan menunjukkan bahwa kebijakan ‘Stop the Boats’ pemerintah Inggris, serta lebih dari 625 juta poundsterling yang diberikan kepada Prancis untuk mencegah keberangkatan, secara langsung berkontribusi terhadap lonjakan tajam kematian orang-orang yang mencoba menyeberangi Selat Inggris dengan perahu kecil.”
Laporan tersebut mencatat peningkatan drastis insiden fatal sejak musim panas 2023, meskipun jumlah penyeberangan justru menurun.
Pada 2022 hanya tujuh migran yang meninggal atau hilang, namun dalam empat bulan terakhir 2023 jumlah itu meningkat menjadi 17 orang.
Sejak akhir 2023 hingga akhir 2025, tercatat 112 migran meninggal atau hilang, dengan 76 kematian terjadi pada 2024.
Faktor Risiko dan Praktik BerbahayaBorder Forensics menyebut kematian banyak terjadi dekat pantai Prancis akibat perahu kelebihan muatan dan peluncuran tergesa-gesa.
Organisasi itu menilai tindakan aparat Prancis yang semakin agresif serta praktik penyelundup seperti memuat berlebihan dan menjemput migran dari laut meningkatkan risiko.
“Kenaikan jumlah kematian ini terjadi ketika jumlah perahu dan orang yang tiba di Inggris justru menurun,” demikian isi laporan tersebut.
Kesepakatan kedua negara sebelumnya bertujuan menekan penyeberangan ilegal, namun dinilai memunculkan risiko baru bagi keselamatan migran.




