Mataram: Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengerahkan 991 personel gabungan dalam mengamankan perayaan Lebaran Topat yang menjadi tradisi Suku Sasak di Pulau Lombok sepekan usai Hari Raya Idulfitri.
Kepala Satlantas Polresta Mataram AKP Muhamad Puteh Rinaldi menyebut 475 dari 991 personel gabungan berasal dari Polresta Mataram.
"Ada juga BKO (bawah kendali operasi) dari Polda NTB, dari Brimob dan Samapta masing-masing 93 personel, Lantas 44 personel, Polair 24 personel, Binmas 26 personel, Propam 15 personel, serta Biddokkes 14 personel," kata Puteh di Mataram seperti dilansir Antara, Kamis, 26 Maret 2026.
Selain dari polisi, personel gabungan terdiri dari instansi pemerintah, baik dari Pemerintah Kota Mataram maupun Pemkab Lombok Barat yang sebagian masuk wilayah hukum Polresta Mataram.
"Jadi, ada wilayah Lombok Barat yang masuk wilayah hukum Polresta Mataram seperti Lingsar dan Narmada, itu juga kami amankan," ujar dia.
Baca Juga :
BPBD Mataram Siagakan Posko Jelang Perayaan Lebaran Topat
Konsentrasi pengamanan dimulai dari kawasan wisata dan ziarah makam. Dalam tradisi Lebaran Topat, masyarakat berbondong-bondong pergi menyambangi kawasan wisata dan ziarah makam. Potensi kepadatan dan kemacetan kendaraan menjadi atensi pengamanan.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Mataram menyiapkan strategi penyekatan dan pengalihan arus kendaraan di sejumlah titik sesuai kondisi lapangan.
Ia menambahkan pihaknya akan memberlakukan penyekatan mulai pukul 15.00-17.00 Wita di beberapa titik jalan, khususnya yang menuju kawasan wisata dan tempat ziarah makam.
Lokasi tersebut berada di Bundaran Metro, Simpang Empat Dasan Cermen, Simpang Empat Gunung Sari, dan Simpang Tiga Batu Ringgit.
Tradisi Perang Topat Lingsar Lombok. (tourbalilombok.com)
"Pada titik-titik tersebut, arus kendaraan dialihkan ke sejumlah ruas jalan alternatif seperti Jalan Gajah Mada, arah Cakranegara dan Gerung, serta wilayah Kekait dan Mambalan," ucapnya.
Untuk penyekatan berada di kawasan Ampenan, Kebon Roek, hingga Ireng-Meninting. Kendaraan dari arah jalan tersebut akan dialihkan ke Jalan Koperasi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Adi Sucipto, hingga Jalan Ireng.
"Pengecualian diberikan bagi masyarakat yang berdomisili di wilayah Senggigi. Mereka tetap bisa melintas dengan penyesuaian di lapangan," kata dia.
Pada titik penyekatan, petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan. Bagi kendaraan jenis pikap atau bak terbuka yang mengangkut manusia tidak diperkenankan melintas.
"Karena kalau angkut manusia itu sangat membahayakan, apalagi jika terjadi kecelakaan, itu kami cegah," ujar Puteh.




