Sidak SPBU di Jateng, Bahlil Imbau Warga Gunakan Energi dengan Bijak & Tidak Menimbun BBM

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengingatkan warga dan pelaku usaha untuk tidak menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) serta menggunakan energi secara lebih bijak.

Bahlil mengatakan hal tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa Tengah, Kamis.

BACA JUGA: Manajemen Pertamina Sidak SPBU, Pastikan Distribusi BBM Lancar

Bahlil mengingatkan bahwa ketersediaan BBM di SPBU bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum, bukan untuk kepentingan industri.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tolong memakai energi dengan bijak. Tolong, SPBU ini bukan untuk industri. Tolong dipakai dengan bijaksana,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM Jakarta, Kamis.

BACA JUGA: Polresta Bandung Sidak SPBU Nagreg, Pastikan Takaran BBM Akurat saat Arus Mudik

Ia menyoroti fenomena truk-truk yang mengantre di SPBU untuk membeli BBM, lalu dijual kembali.

Kejadian-kejadian seperti itu, kata Bahlil, yang akan ia tinjau terus di lapangan. Peninjauan itu dalam rangka menjaga stabilitas stok BBM di berbagai SPBU di tengah krisis energi yang melanda dunia akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

BACA JUGA: Pertamina Sidak SPBU Jelang Nataru, Pengamat: Sudah on The Track

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa menjaga stabilitas stok minyak apabila tidak didukung dengan masyarakat.

Pemerintah bisa mendatangkan pasokan minyak seperti apa yang telah dilakukan selama waktu beberapa bulan terakhir dalam kondisi krisis.

Namun, apabila masyarakat tidak memakai energi dengan bijak, maka stabilitas sulit terwujud.

“Saya mohon kepada saudara-saudara, oknum-oknum yang melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu Pertiwi, sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu Pertiwi yang bijak. Cara-cara itu (penimbunan) saya mohon sudahlah, jangan dilanjutkan,” ujar Bahlil.

Krisis energi dipicu oleh peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Teheran juga mengambil kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang amat penting bagi pasokan minyak sedunia, dengan sebagian besar suplai energi untuk negara-negara Asia pasti melewati kawasan tersebut.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudah 6 Negara Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz termasuk Malaysia, Tak Ada Indonesia
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Earth Hour 2026: Asal-usul dan Jadwal Tahun Ini
• 19 jam laludetik.com
thumb
Media Asing Takjub! Di Usia 17 Tahun, Veda Ega Pratama Bangkitkan Gairah Balap Asia yang Sempat Redup
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Pulau Sada, Peristirahatan Terakhir Raja Bubon?
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Sumut Sinkronkan dan Perbarui Lima Sektor Prioritas Pascabencana
• 5 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.