Kendaraan dan Kompor Listrik Jadi Kunci Pangkas Ketergantungan Impor Energi

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyebut peralihan ke kendaraan listrik dan kompor listrik bisa menjadi langkah strategis untuk menekan konsumsi energi berbasis impor, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG.
 
"Pada sektor transportasi misalnya, peralihan satu juta mobil berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik diperkirakan mampu mengurangi kebutuhan minyak mentah dalam jumlah signifikan. Penggantian satu juta mobil listrik dapat mengurangi kebutuhan minyak mentah hingga 13,2 juta barel per tahun," ujar Fabby dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.
 
Adapun pada sektor rumah tangga, lanjut dia, penggunaan kompor listrik juga dinilai efektif menekan konsumsi LPG. Bagi rumah tangga mampu, kompor listrik bahkan lebih ekonomis dibandingkan LPG nonsubsidi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi.
 
"Jika rumah tangga mulai menggunakan kompor induksi, penghematan LPG bisa mencapai lebih dari 130 ton per tahun," tambah dia.
  Baca juga: Penggunaan Kompor dan Kendaraan Listrik Dinilai Mampu Perkuat Ketahanan Energi

(Ilustrasi kompor listrik. Foto: dok Modena Indonesia)
  Tekan subsidi energi  
Urgensi elektrifikasi tersebut, papar Fabby, semakin terasa karena tingginya sensitivitas fiskal Indonesia terhadap gejolak geopolitik global, seperti konflik di Timur Tengah.
 
"Setiap kenaikan harga minyak sebesar USD1 per barel dapat menambah beban APBN hingga Rp6,7 triliun," kata dia.
 
Selain itu, jelas Fabby, elektrifikasi juga berperan dalam menekan subsidi energi yang terus meningkat. Pada 2025, subsidi energi tercatat sebesar Rp203,4 triliun dan diproyeksikan naik menjadi Rp210,1 triliun pada 2026.
 
"Elektrifikasi transportasi dan rumah tangga menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus menekan beban subsidi," tutup Fabby.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hetifah: Pembelajaran Tatap Muka Harus Tetap Jadi Prioritas
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Periksa Yaqut, KPK Dalami Peran Pihak Lain di Kasus Kuota Haji
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Biawak Berkeliaran di Plafon Rumah, Warga Bogor Panggil Damkar
• 15 jam laludetik.com
thumb
Hadapi Perceraian dengan Mawa, Hubungan Insanul & Inara Rusli Ikut Merenggang
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Harga BBM Melonjak, Dealer BYD hingga Vinfast Diserbu Konsumen
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.