Hemat Energi, DPR Bakal Matikan Lampu di Atas Jam 8 Malam hingga Kurangi BBM

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sekretariat Jenderal DPR menyiapkan sejumlah langkah efisiensi energi dan bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya mengantisipasi dampak perang AS-Iran. Salah satunya dengan mematikan lampu di gedung DPR maksimal pukul 20.00 WIB jika tidak ada kegiatan persidangan.

Sekjen DPR, Indra Iskandar, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari pembahasan internal terkait penghematan dan pola kerja ke depan.

“Ya kita sebenarnya minggu lalu sudah membahas dari banyak aspek gitu ya berkaitan dengan penghematan dan juga pola kerja ke depan kemungkinan ke depannya gitu ya,” kata Indra saat dihubungi, Kamis (26/3).

Ia menjelaskan, langkah efisiensi dimulai dari pengurangan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DPR, khususnya untuk kegiatan yang tidak mendesak.

“Kalau penghematan yang pertama memang perjalanan-perjalanan dinas dari unsur ASN sudah kita kurangi untuk hal-hal yang sifatnya sangat urgent atau urgensitasnya tinggi lah gitu ya kalau untuk itu ya,” ujarnya.

Selain itu, DPR juga akan melakukan penghematan listrik dengan mematikan lampu di seluruh gedung pada malam hari pukul jam 20.00 WIB jika tidak ada agenda.

“Kemudian juga berkaitan dengan pengelolaan lingkungan kita sedang menyiapkan exercise nanti setiap hari itu jika tidak ada acara persidangan maksimum jam delapan (malam) akan seluruhnya kita akan matikan lampu, malam hari ya. Maksimum jam delapan akan dimatikan,” jelasnya.

Indra menambahkan, langkah ini dilakukan karena belum semua gedung menggunakan sistem otomatis.

“Karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system jadi semua masih dilakukan manual. Nah, ruang-ruang rapat yang tidak digunakan itu listrik, AC, lampu juga kita akan matikan,” lanjut dia.

Tak hanya itu, penghematan juga menyasar penggunaan kendaraan dinas untuk menekan konsumsi BBM.

“Penggunaan kendaraan juga begitu. Ke depan ini sedang masih dilakukan exercise belum bisa saya sampaikan sedang kita inikan untuk pengurangan-pengurangan BBM-BBM pada kegiatan-kegiatan,” tutur Indra.

“Jadi kita belum menghitung secara kuantitatif, tapi langkah ke sana sudah sudah kita persiapkan dari minggu-minggu sebelum lebaran,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBDPK Riau Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla di Dumai
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
John Herdman Respons Absennya Dean James dari Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 di Tengah Isu Paspor yang Dipermasalahkan di Belanda
• 7 jam lalubola.com
thumb
Buntut SPPG Kena Suspend BGN, Mitra yang Joget Untung MBG Rp6 Juta Kepikiran Lecehkan Program dari Presiden
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: KRI Prabu Siliwangi Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Resmi Perkuat TNI AL
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Respons KPK Usai Dilaporkan MAKI ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Yaqut
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.