WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Nyata di Timur Tengah, Serukan Penghentian Konflik

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — World Health Organization (WHO) memperingatkan krisis kesehatan yang sedang berlangsung nyata di berbagai wilayah Timur Tengah, seiring meningkatnya eskalasi konflik yang berdampak luas terhadap layanan kesehatan.

Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Hanan Balkhy menegaskan bahwa penghentian permusuhan secara total menjadi langkah mendesak untuk mencegah krisis yang lebih dalam. 

Dia juga menekankan bahwa rumah sakit dan fasilitas kesehatan harus diperlakukan sebagai “tempat perlindungan yang aman”.

“Situasinya sudah sulit sejak lama, tetapi yang kita lihat saat ini adalah krisis kesehatan regional yang nyata terjadi di berbagai bagian kawasan. Ini bukan hanya soal korban jiwa, tetapi juga runtuhnya akses terhadap layanan kesehatan dalam berbagai dimensi," ujarnya, dikutip The Guardian, Kamis (26/3/2026).

Wilayah yang terdampak mencakup 22 negara dan teritori, termasuk Iran, negara-negara Teluk, Gaza, Sudan, Afghanistan, hingga Pakistan.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dilaporkan telah menewaskan ribuan orang di sejumlah negara, termasuk Lebanon dan Iran, serta memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Dalam waktu kurang dari satu bulan, sekitar 3,2 juta orang dilaporkan mengungsi di Iran dan lebih dari 1 juta di Lebanon.

Baca Juga

  • WHO Rekomendasikan Alat Tes Diagnostik Baru untuk Percepat Eliminasi TBC
  • Serangan Drone di Sudan Tewaskan 64 Orang saat Idulfitri, WHO Kecam Target Fasilitas Medis
  • Iran Bakal Kenakan Biaya untuk Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Dampak konflik juga dirasakan oleh pasien dengan penyakit kronis yang kehilangan akses pengobatan akibat rusaknya fasilitas kesehatan. WHO memperingatkan bahwa konsekuensi jangka panjang akan mencakup peningkatan angka kematian ibu, gangguan kesehatan mental, hingga bertambahnya jumlah anak yang kehilangan orang tua dan akses pendidikan.

Selain itu, Balkhy menyampaikan kekhawatiran serius terhadap potensi serangan terhadap fasilitas nuklir, termasuk di Bushehr, serta risiko serangan terhadap instalasi desalinasi air yang dapat memicu krisis air bersih di negara-negara Teluk.

“Jika fasilitas desalinasi diserang, itu akan menjadi bencana,” ujarnya, mengingat jutaan orang berpotensi kehilangan akses terhadap air bersih. 

Dia juga menambahkan bahwa kontaminasi dari serangan terhadap fasilitas minyak atau nuklir dapat mencemari sumber air, termasuk air hujan dan cadangan air bawah tanah.

WHO bersama lembaga PBB lainnya kini tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi krisis yang lebih luas. Namun demikian, Balkhy menegaskan bahwa solusi utama tetap pada deeskalasi konflik.

“Setidaknya, kita harus melindungi sektor kesehatan. Jangan menyerang rumah sakit, tenaga medis, maupun pasien. Fasilitas kesehatan harus menjadi tempat aman,” tegasnya.

WHO juga mencatat puluhan serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon, Iran, dan Israel sejak konflik meningkat. Salah satu insiden terbaru terjadi di rumah sakit pendidikan El-Daein di Darfur Timur, Sudan, yang menewaskan sedikitnya 70 orang dan membuat fasilitas tersebut tidak lagi beroperasi.

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap konflik besar, Balkhy juga mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza, Sudan, dan Yaman berisiko terabaikan, meskipun dampaknya terus meluas.

“Kita melihat situasi berkembang ke arah yang sangat berbahaya. Satu-satunya jalan saat ini adalah de-eskalasi signifikan, atau jeda permanen dalam konflik,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Demokrat Sebut SBY-AHY Tak Bahas Koalisi dengan Anies, Pastikan Koalisi dengan Prabowo
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Mobil Ngebut Hantam 2 Ibu-ibu di Sidoarjo: Korban Tewas, Sopir Positif Narkoba
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Mobil Dinas Pemprov Jakarta Dipakai Mudik? Siap-siap TPP Dipotong
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pantauan Arus Balik Lebaran: Tol Cileunyi Lancar, Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Meningkat
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.