Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Dumai. Dia menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam memastikan kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap potensi bencana ekologis yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Kehadiran Irjen Herry menjadi bagian dari langkah konkret penguatan pengendalian karhutla di Provinsi Riau. Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Riau menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Riau didampingi sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Irwasda Polda Riau Kombes Prabowo Santoso, Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan, serta jajaran fungsi teknis lainnya. Kehadiran rombongan disambut oleh unsur Forkopimda Kota Dumai, termasuk Wakil Wali Kota Dumai Sugiarto, Kapolres Dumai Angga Febrian Herlambang, serta Dandim 0320 Dumai Herman Santoso.
Kapolda Riau bersama rombongan tiba di lokasi karhutla yang berada di kawasan sekitar Perumahan Althaf Regency, Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur pukul 12.06 WIB. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau langsung area lahan yang terdampak kebakaran, sekaligus menerima paparan situasi lapangan dari unsur pemerintah daerah yang turut dihadiri Wali Kota Dumai, Paisal.
Kapolda Riau menegaskan, langkah preventif harus menjadi prioritas utama, melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan.
"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat agar potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini," tegas Kapolda Riau dalam arahannya di lapangan.
Usai melakukan peninjauan, sekira pukul 12.45 WIB rombongan Kapolda Riau meninggalkan lokasi menuju Bandara Pinang Kampai Dumai. Selanjutnya, pada pukul 12.55 WIB, Kapolda Riau beserta rombongan bertolak menuju Pulau Rupat guna melanjutkan agenda peninjauan di wilayah lain yang juga memiliki potensi kerawanan karhutla.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekira pukul 13.00 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung pimpinan terhadap kesiapan jajaran di lapangan dalam menghadapi ancaman karhutla, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Provinsi Riau.
(jbr/mei)





