Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing menyatakan bahwa China ingin bekerja sama dengan ASEAN untuk mewujudkan rekonsiliasi dan perdamaian di Myanmar yang didera perang saudara menyusul kudeta militer tahun 2021.
“Selesainya pemilihan umum di Myanmar memberikan peluang baru bagi kita, termasuk China dan ASEAN, mengambil langkah untuk mendorong otoritas Myanmar dalam mewujudkan rekonsiliasi di sana,” tutur Dubes Wang dalam pertemuan dan dialog bersama media dan wadah pemikir di Jakarta, Kamis.
Adapun Myanmar baru merampungkan pemilihan umum, yang diselenggarakan oleh junta militer, pada Januari lalu, dengan parlemen hasil pemilu tersebut untuk pertama kalinya bersidang pada 16 Maret.
Menurut Wang, komunikasi adalah satu-satunya jalan untuk memastikan ASEAN maupun China dapat memengaruhi junta militer Myanmar dengan menyampaikan nasihat serta harapan demi perdamaian di negara tersebut.
Ia pun menyoroti itikad baik negara-negara ASEAN untuk tetap mengakui Myanmar sebagai sesama anggota ASEAN serta komitmen terhadap Konsensus Lima Poin (5PC) untuk mengakhiri konflik di negara tersebut.
Meski mengakui bahwa negara-negara masih terbelah soal bagaimana harus merespons pelaksanaan pemilu oleh junta militer, Dubes mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendorong kembali Myanmar agar mencapai rekonsiliasi.
“Saat ini adalah peluang kita untuk memengaruhi dan mendorong mereka agar mewujudkan rekonsiliasi serta supaya mereka kembali ke keluarga ASEAN,” kata dia.
Dubes China untuk ASEAN itu pun menjelaskan bahwa dalam membantu meredakan konflik di Myanmar, China akan terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait, mendesak mereka menahan diri, serta mendorong upaya-upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Myanmar.
“China akan terus melanjutkan langkah ini, dan saya pikir kami bisa bekerja bersama ASEAN dalam hal ini,” ucap Wang, menambahkan.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Februari lalu, menekankan bahwa perhimpunan akan terus terlibat melalui upaya diplomatiknya dalam mengatasi konflik internal Myanmar selama tidak terjadi peningkatan kekerasan dan gencatan senjata masih dapat diupayakan.
Ia pun menegaskan bahwa ASEAN akan tetap terlibat untuk mengatasi konflik Myanmar sesuai kerangka yang ditetapkan dalam 5PC, yang bertujuan untuk menekan kekerasan, mendorong dialog inklusif, dan memastikan bantuan kemanusiaan, tanpa mencampuri urusan dalam negeri secara langsung.
Baca juga: Parlemen Myanmar bersidang untuk pertama kali sejak kudeta 2021
Baca juga: Malaysia sesalkan junta Myanmar belum jalankan 5PC sepenuhnya
Baca juga: Sekjen: ASEAN tegaskan tetap terus terlibat tangani konflik Myanmar
“Selesainya pemilihan umum di Myanmar memberikan peluang baru bagi kita, termasuk China dan ASEAN, mengambil langkah untuk mendorong otoritas Myanmar dalam mewujudkan rekonsiliasi di sana,” tutur Dubes Wang dalam pertemuan dan dialog bersama media dan wadah pemikir di Jakarta, Kamis.
Adapun Myanmar baru merampungkan pemilihan umum, yang diselenggarakan oleh junta militer, pada Januari lalu, dengan parlemen hasil pemilu tersebut untuk pertama kalinya bersidang pada 16 Maret.
Menurut Wang, komunikasi adalah satu-satunya jalan untuk memastikan ASEAN maupun China dapat memengaruhi junta militer Myanmar dengan menyampaikan nasihat serta harapan demi perdamaian di negara tersebut.
Ia pun menyoroti itikad baik negara-negara ASEAN untuk tetap mengakui Myanmar sebagai sesama anggota ASEAN serta komitmen terhadap Konsensus Lima Poin (5PC) untuk mengakhiri konflik di negara tersebut.
Meski mengakui bahwa negara-negara masih terbelah soal bagaimana harus merespons pelaksanaan pemilu oleh junta militer, Dubes mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendorong kembali Myanmar agar mencapai rekonsiliasi.
“Saat ini adalah peluang kita untuk memengaruhi dan mendorong mereka agar mewujudkan rekonsiliasi serta supaya mereka kembali ke keluarga ASEAN,” kata dia.
Dubes China untuk ASEAN itu pun menjelaskan bahwa dalam membantu meredakan konflik di Myanmar, China akan terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait, mendesak mereka menahan diri, serta mendorong upaya-upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Myanmar.
“China akan terus melanjutkan langkah ini, dan saya pikir kami bisa bekerja bersama ASEAN dalam hal ini,” ucap Wang, menambahkan.
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, Februari lalu, menekankan bahwa perhimpunan akan terus terlibat melalui upaya diplomatiknya dalam mengatasi konflik internal Myanmar selama tidak terjadi peningkatan kekerasan dan gencatan senjata masih dapat diupayakan.
Ia pun menegaskan bahwa ASEAN akan tetap terlibat untuk mengatasi konflik Myanmar sesuai kerangka yang ditetapkan dalam 5PC, yang bertujuan untuk menekan kekerasan, mendorong dialog inklusif, dan memastikan bantuan kemanusiaan, tanpa mencampuri urusan dalam negeri secara langsung.
Baca juga: Parlemen Myanmar bersidang untuk pertama kali sejak kudeta 2021
Baca juga: Malaysia sesalkan junta Myanmar belum jalankan 5PC sepenuhnya
Baca juga: Sekjen: ASEAN tegaskan tetap terus terlibat tangani konflik Myanmar





