Jan Maringka Sebut Prof Purnomo Yusgiantoro Berintegritas dan Punya Kapasitas, Sangat Pantas Pimpin IKAL Lemhannas

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah tekanan global yang kian kompleks, mulai dari krisis energi hingga ancaman terhadap masalah ketahanan pangan, kebutuhan akan solusi dan langkah jitu kepemimpinan nasional sangat dibutuhkan.

Hal itu bukan saja menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi juga diperlukan partisipasi penuh dari kelompok usaha dan masyarakat.

BACA JUGA: Purnomo Yusgiantoro Center Gelar Kaleidoskop Tentang Refleksi Isu Energi 2025 dan Outlook 2026

Kondisi faktual ini menjadi alasan  utama di sebuah organisasi strategis dan kaya pemikiran seperti IKAL Lemhannas akan sosok yang tepat dalam mengisi kebutuhan roda organisasi yang paham kondisi bangsa di tengah tengah krisis global semacam ini.

Oleh karena itu, perlu segera mengisi kekosongan figur Ketua Umum IKAL Lemhannas agar kevakuman ini pemimpin tidak berkepanjangan.

BACA JUGA: HAPS Entertainment Jawara Musik Kolintang PYC, Rebut Piala Bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro

Advokat senior yang juga mantan Jaksa Agung Muda pada Kejaksaan Agung RI 2017-2020 Dr Jan Maringka mengatakan sangat membutuhkan figur tidak hanya dengan pengalaman panjang, tetapi sosok yang teruji dengan integritas dan profesional yang nyata dalam mengatasi berbagai persoalan dan tanpa masalah dalam hal kepemimpinan.

Jan Maringka melihat kriteria itu ada pada sosok Profesor Purnomo Yusgiantoro, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi.

BACA JUGA: Buka Kejuaraan Catur Junior Piala Purnomo Yusgiantoro, Ini Kata Menpora ke Para Ortu

Jan yang merupakan alumnus PPRA 53 tahun 2015 mengatakan IKAL Lemhannas bukanlah organisasi biasa.

IKAL Lemhannas merupakan wadah dari para alumni lintas angkatan yang memiliki berbagai latar belakang kepemimpinan strategis, baik sipil maupun militer sehingga figur yang akan memimpin harus memiliki standar lebih yang tidak bisa ditawar lagi.

“Ini bukan saja soal siapa yang mau tetapi siapa yang paling dipercaya untuk memulihkan gerak langkah IKAL secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Menurutnya, IKAL Lemhannas butuh figur pemimpin dengan integritas yang tidak diragukan, serta kapasitas yang sudah teruji.

Jan menyebut mama Prof. Purnomo Yusgiantoro belakangan muncul di kalangan DPD RI dan DPA.

Dia menyebut kemuncukan nama Purnomo bukan tanpa alasan. Pasalnya, rekam jejaknya dalam pemerintahan dari masa ke masa menjadi salah satu indikator kuat.

Seperti diketahui, Prof. Purnomo  merupakan  tokoh nasional yang dipercaya mengisi berbagai jabatan strategis sejak awal reformasi hingga kini,

Dia pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua periode, 2000- 2009 serta Menteri Pertahanan 2009-2014 dan kini kembali menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, suatu bidang yang menjadi atensi di berbagai belahan dunia.

Bagi Jan, yang juga pernah menjabat Irjen Kementan RI 2021-2023, wujud kepercayaan demi kepercayan Presiden dari masa ke masa bukanlah hal yang biasa.

“Beliau adalah figur yang tidak hanya kaya pengalaman, tetapi juga memiliki  integritas yang terjaga dalam melaksanakan amanah,” katanya.

Dalam pandangan Jan, salah satu aspek paling krusial dari kepemimpinan adalah komitmen dan ketaatan terhadap hukum.

Hal ini menjadi akan penting, terutama dalam organisasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.

Di titik ini, ia menilai Prof. Purnomo memiliki rekam jejak yang jelas dan mampu menjaga amanah.

“Beliau telah menempatkan hukum bukan sebagai landasan formalitas, tetapi sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Jan, terlihat saat Prof. Purnomo memimpin sektor-sektor krusial seperti energi dan pertahanan nasional.

Di tengah tekanan dan kepentingan yang besar, ia dinilai tetap mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan kepatuhan terhadap regulasi nasional

“Ini bukan sekadar soal administratif, tetapi soal karakter. Kepemimpinan yang taat hukum adalah kepemimpinan yang bisa dipercaya,” tegas Jan.

Namun, dia menekankan bahwa integritas saja tidak cukup. Organisasi juga membutuhkan arah yang jelas, yang hanya bisa diwujudkan oleh pemimpin dengan kapasitas mumpuni menjaga marwah organisasi besar ini.

Menurutnya, keunggulan lain Prof. Purnomo terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan praktik, hal ini dibuktikan dengan pendirian PY Centre yang banyak memberikan kontribusi pemikiran mengatasi masalah energi dan pangan kita.

Dia tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman  dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk di level internasional seperti OPEC, dan penugasan lainnya.

Di ranah akademik, kiprahnya tidak diragukan, sebagai pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), serta Guru Besar yang mengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berbagai kampus lain yang konsisten membangun perspektif strategis dalam penguatan sumber daya manusia.

“Inilah figur lengkap SDM yang memahami keunggulan SDA kita kombinasi pemimpin yang dibutuhkan IKAL Lemhannas hari ini, pemimpin yang bisa berpikir strategis, tetapi juga mampu membangun manusia unggul di dalam organisasinya,” kata Jan.

Selain itu, Prof. Purnomo juga dikenal sebagai sosok yang mampu membangun tim yang solid. Ia dinilai tidak bekerja secara individual, melainkan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan profesional.

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat IKAL Lemhannas merupakan organisasi yang bertumpu pada kekuatan gagasan dan kontribusi anggotanya.

Lebih jauh, Jan melihat Prof. Purnomo sangat memahami posisi IKAL Lemhannas sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar organisasi para alumni namun memberi pemikiran langsung kepada para pengambil kebijakan kedepan.

“Kita membutuhkan IKAL yang mampu menjadi sparring partner pemerintah, bukan hanya pengamat, tetapi juga pemberi solusi,” ujarnya.

Dengan pengalaman dan jejaring yang luas, Prof. Purnomo dinilai memiliki posisi yang sangat tepat untuk menjalankan peran sebagai Ketua Umum IKAL Lemhannas Periode 2026-2030 karena beliau dapat diterima oleh lintas generasi para Alumni.

Tak hanya itu, komitmennya di bidang pendidikan juga menjadi nilai tambah. Keterlibatannya di Universitas Pertahanan dan berbagai institusi pendidikan lainnya menunjukkan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia yang nyata.

“Organisasi yang kuat adalah organisasi yang menyiapkan kader, bukan hanya mengandalkan figur,” kata Jan.

Di tengah tantangan yang makin kompleks, ia menilai IKAL Lemhannas membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif.

Dengan rekam jejak panjang, integritas yang teruji, serta kapasitas yang relevan, Jan menilai Prof. Purnomo Yusgiantoro merupakan sosok yang mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Beliau bukan hanya layak, tetapi memang sangat dibutuhkan,” pungkas Jan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sarang Judol Digerebek di Kamar Apartemen di Medan, 19 Tersangka Diamankan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Merayakan Peran Perempuan di Industri Keuangan yang Terus Berkembang
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Pertalite Diprediksi Tembus Rp11.500 untuk Jaga Defisit APBN
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Foto: Serangan Rudal Iran Lukai Enam Orang di Israel
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Massa Desak DPR Bentuk Pansus Tragedi Kanjuruhan-KM 50: Agar Tak Tebang Pilih!
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.