Penurunan Tanah Picu Jalan Kayu Mas Utara Pulogadung Ambles

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Pulogadung, Ariyanto, menyebut amblesnya Jalan Kayu Mas Utara disebabkan penurunan permukaan tanah.

Akibatnya, ruas jalan tersebut tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif.

"Info awal terjadi penurunan permukaan tanah dan info dari Sudin Sumber Daya Air (SDA) juga terjadi di Kelurahan Jatinegara Kaum, itu dimulai dengan adanya keretakan di lokasi," ujar Ariyanto saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).

Ariyanto menegaskan, Sudin SDA Jakarta Timur berencana melakukan penanganan sementara dengan memasang kayu dolken agar permukaan tanah tidak semakin tergerus aliran Kali Sunter.

Baca juga: Jalan Kayu Mas Utara Pulogadung Amblas, Akses Kendaraan Ditutup

"Saya ke lokasi setelah mendapat laporan warga tanggal 23 Maret. Penanganan sementara info dari SDA akan dipasang dengan kayu dolken, sedang untuk turap harus berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan turap menjadi kewenangan Kementerian PU karena Kali Sunter berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Setelah turap rampung, Dinas Bina Marga akan melanjutkan perbaikan jalan.

Jalan Kayu Mas Utara, tepatnya di samping Kali Sunter, amblas pada Sabtu (21/3/2026) dan hingga kini belum dapat dilintasi kendaraan.

Baca juga: Tanggul Kali Angke Ambruk Diduga Akibat Erosi dan Bangunan Liar

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (26/3/2026), badan jalan terlihat retak dan miring.

Warga setempat memasang penghalang di ujung jalan untuk mencegah kendaraan masuk ke area berbahaya. Pejalan kaki masih diperbolehkan melintas dengan tetap berhati-hati.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Diduga, amblesnya jalan dipicu oleh terkikisnya dinding penahan tanah di sisi Kali Sunter akibat curah hujan tinggi yang meningkatkan debit air.

"Sejak Sabtu 21 Maret paginya masih bisa lewat mobil, odong-odong, dan motor. Terus sore mulai retak, menjelang malam amblas dan tidak bisa dilalui. Kemudian ditandai dengan pemasangan batas," ujar Kasiyah, warga setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Truk Boks di Subang Tabrak Warung, 1 Orang Tewas
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pasien IGD RSUD Kabupaten Bekasi Melonjak Saat Lebaran, Mayoritas Kelelahan
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Tegaskan Perlawanan, Iran Tolak Negosiasi
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puncak Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Diprediksi Terjadi 27-29 Maret 2026
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.