Trump Tunda Serangan ke Fasilitas Energi Iran Selama 10 Hari

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumumkan perpanjangan penundaan serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari ke depan. Keputusan ini diambil di tengah proses negosiasi yang diklaim tengah berjalan positif antara kedua belah pihak.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan penangguhan ini merupakan respons atas permintaan pemerintah Iran. Jeda operasional yang seharusnya berakhir pada Jumat pekan ini, kini diperpanjang hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu setempat (ET).

"Sesuai permintaan Pemerintah Iran, biarlah pernyataan ini berfungsi untuk mewakili bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Timur," tulis Trump. Ia juga menambahkan, "Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan oleh Media Berita Palsu, dan lainnya, mereka berjalan sangat baik."

Baca juga : Perang Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak, Pemerintahan Trump Dinilai Salah Perhitungan

Ancaman "Efek Boomerang" dari Teheran

Di sisi lain, pihak Teheran mengeluarkan peringatan keras bagi negara mana pun yang terlibat dalam aksi militer terhadap wilayah mereka. Ali Akbar Velayati, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa keterlibatan dalam agresi militer akan memicu konsekuensi serius.

"Setiap partisipasi dalam agresi militer terhadap Iran pasti akan kembali kepada para pelakunya seperti bumerang," tegas Velayati sebagaimana dikutip oleh kantor berita IRNA. Ia juga mengisyaratkan wilayah Teluk Persia akan menjadi titik fokus pembalasan, dengan menyatakan bahwa "peristiwa pasti akan terjadi" yang akan merugikan pihak-pihak yang mengancam keamanan nasional Iran.

Kekhawatiran IAEA Terkait Pembangkit Nuklir Bushehr

Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan keprihatinan mendalam atas laporan serangan militer di dekat pembangkit listrik nuklir Bushehr pada Selasa malam lalu. Mengingat Bushehr merupakan fasilitas aktif yang menyimpan material nuklir dalam jumlah besar, kerusakan pada situs tersebut berisiko memicu bencana radiasi besar.

"Kerusakan pada fasilitas tersebut dapat mengakibatkan kecelakaan radiologis besar yang berdampak pada area luas di Iran dan sekitarnya," peringat Grossi.

Organisasi Energi Atom Iran sendiri telah mengonfirmasi bahwa sebuah proyektil menghantam area pembangkit Bushehr pada Selasa malam waktu setempat. Mereka menyebut insiden itu sebagai "serangan baru" oleh pihak yang mereka sebut sebagai "musuh Amerika-Israel." Hingga berita ini diturunkan, Departemen Pertahanan AS dan militer Israel belum memberikan komentar resmi. (CNN/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 26 Maret 2026 Stabil di Rp2,8 Juta, Buyback Turun Tipis
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pantang Terpeleset! Bojan Hodak Tegaskan Konsistensi jadi Kunci Persib untuk Menjuarai BRI Super League 2025/2026
• 14 jam lalubola.com
thumb
Daftar 3 Danrem Baru usai Mutasi TNI, Nomor 2 Pecah Bintang Emas
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Tak Diundang Demokrat, Kenapa Anies Datang ke Halalbihalal SBY?
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Mobil Ngebut Hantam 2 Ibu-ibu di Sidoarjo: Korban Tewas, Sopir Positif Narkoba
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.