Zelensky Sambangi Arab Saudi, Tawarkan Teknologi Drone Demi Amankan Pasokan Energi Global

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Ukraina, Volodymyr Zelensky, tiba di Arab Saudi pada Kamis waktu setempat untuk melakoni serangkaian pertemuan strategis. Kunjungan ini membawa misi khusus: menawarkan keahlian teknologi drone Ukraina guna memperkuat keamanan di kawasan Teluk, sekaligus mengamankan bantuan pertahanan bagi negaranya.

Dalam pesan di media sosial, Zelensky menekankan pentingnya kolaborasi keamanan ini. "Pertemuan penting telah dijadwalkan. Kami menghargai dukungan dari mereka yang siap bekerja sama dengan kami untuk memastikan keamanan, dan kami juga mendukung mereka," tulisnya.

Drone Ukraina untuk Stabilitas Pasar Global

Zelensky memaparkan bahwa pengalaman tempur Ukraina dalam mengintegrasikan drone dengan sistem radar dan pertahanan udara dapat menjadi solusi bagi keamanan global, khususnya di Timur Tengah. Menurutnya, stabilitas kawasan Teluk berdampak langsung pada biaya hidup di Eropa.

Baca juga : MBS Desak Trump Bongkar Rezim Iran, Sebut Kesempatan Bersejarah

"Ini penting karena keamanan energi, dan biaya hidup, khususnya di Eropa, bergantung pada minyak, gas, dan sumber daya mereka lainnya, serta pasar global yang stabil," ujar Zelensky dalam pesan video kepada Joint Expeditionary Force di Helsinki.

Ia menegaskan Ukraina tidak hanya menawarkan perangkat, tetapi juga pengalaman lapangan yang nyata. "Kuncinya bukan hanya memproduksi senjata baru, terutama drone, bukan hanya teknologi, tetapi juga pengalaman nyata dalam menggunakannya, dan mengintegrasikannya dengan radar, penerbangan, dan sistem pertahanan udara lainnya. Kami memiliki pengalaman ini," tegasnya.

Barter Pertahanan dengan Negara Teluk

Sebagai imbalan atas transfer teknologi ini, Zelensky berharap negara-negara Timur Tengah dapat membantu memperkuat pertahanan Ukraina dari invasi Rusia, khususnya dalam penyediaan rudal pertahanan udara.

Baca juga : MBS Desak Trump, Mengapa Arab Saudi Ingin Perang AS-Iran Berlanjut?

"Kami ingin negara-negara Timur Tengah juga memberi kami kesempatan untuk memperkuat diri. Mereka memiliki rudal pertahanan udara tertentu yang tidak kami miliki dalam jumlah cukup. Itulah yang ingin kami sepakati," ungkap Zelensky dalam wawancaranya dengan surat kabar Prancis, Le Monde.

Sejumlah perusahaan drone Ukraina, seperti Kvertus dan TAF Industries, mengaku telah didekati oleh Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan UEA. Namun, mereka masih menunggu lampu hijau dari pemerintah Kyiv karena menyangkut koordinasi politik dan keamanan nasional.

Isu Pengalihan Senjata AS

Kunjungan ini menjadi semakin krusial di tengah laporan Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan bantuan senjata yang sedianya untuk Ukraina ke wilayah Teluk akibat konflik dengan Iran.

Menanggapi laporan The Washington Post terkait potensi pengalihan amunisi kritis tersebut, Presiden Donald Trump tidak menampiknya. "Kami melakukan itu sepanjang waktu. Kadang-kadang kami mengambil dari satu pihak, dan kami menggunakannya untuk pihak lain," ujar Trump pada Kamis. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuota Warga Malaysia Beli BBM Subsidi Dipangkas, Jadi 200 Liter per Bulan Mulai 1 April
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
BBKSDA: Dua harimau mati di Bandung Zoo akibat virus Panleukopenia
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Menurunnya Kualitas Generasi Muda: Cermin Kegagalan Kita Bersama
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Meta dan YouTube Kena Denda Rp 50 Miliar Terkait Dampak Media Sosial
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Perang Iran, Bagaimana Dunia Menyiasati Krisis Energi?
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.