Ada Imlek hingga Lebaran, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Diproyeksi Capai 5,5 Persen

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Indonesia memiliki sejumlah momentum peningkatan konsumsi sepanjang kuartal ini, bahkan sejak awal periode.

Ada Imlek hingga Lebaran, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Diproyeksi Capai 5,5 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin optimistis momentum Hari Raya Idulfitri, beserta sejumlah inisiatif pemerintah, akan mendorong Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah momentum peningkatan konsumsi sepanjang kuartal ini, bahkan sejak awal periode.

Baca Juga:
INACA Desak Pemerintah Sesuaikan Tarif Penerbangan Imbas Konflik Timur Tengah

Pada awal tahun, misalnya, aktivitas konsumsi meningkat seiring perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selanjutnya, pada pertengahan kuartal I, kegiatan ekonomi didorong momentum Imlek dan Ramadan. Memasuki Maret sebagai akhir kuartal I, konsumsi pun kembali meningkat seiring perayaan Idulfitri.

Secara tren, momentum Nataru dan Idulfitri kerap menyumbang sekitar 30–40 persen dari total belanja ritel tahunan. 

Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Ancam Ekonomi Dunia, OECD Perkirakan Inflasi Negara G20 Bisa Tembus 4 Persen 

"Belanja masyarakat selama Nataru dan Lebaran akan berdampak sangat tinggi bagi ekonomi kuartal I-2026, sehingga target pertumbuhan 5,5 persen akan tercapai," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).

Lebih lanjut, dia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I akan terdistribusi secara merata mengingat masyarakat, khususnya pemudik, cenderung membelanjakan uangnya di daerah asal. 

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Deeskalasi Perang Timur Tengah

Hal ini diharapkan dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I menjadi lebih inklusif.

"Lebaran selalu mempunyai dampak besar bagi geliat ekonomi, termasuk ekonomi daerah yang mendapatkan guyuran dana dari para pemudik," ujar dia.

Kemudian, stimulus ekonomi pemerintah juga memiliki peranan besar dalam mendongkrak konsumsi di kuartal I. Adanya kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ini, meski dampaknya diproyeksi relatif terbatas.

"Nilai BHR sebesar Rp400 miliar mungkin belum signifikan jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi Indonesia. Kendati demikian, bagi driver ojol, ini merupakan bantuan yang luar biasa bermanfaat dan pantas diapresiasi," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa aktivitas mudik dan libur Lebaran diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. 

Sebab, secara tren, mudik menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang memberikan dampak berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, serta sektor jasa transportasi.

"Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Optimisme tersebut juga didukung berbagai kebijakan stimulus, antara lain alokasi stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, penyaluran bantuan sosial sebesar Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjelang Idulfitri, serta diskon tarif transportasi senilai Rp911,16 miliar.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai sekitar 53–54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbagai stimulus tersebut diproyeksikan mampu memberikan dorongan positif terhadap kinerja ekonomi nasional.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejumlah Prodi D-3 Ini Kebanjiran Peminat di SNBT
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Dewa United Banten Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka BCL Asia-East 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
7 Contoh Undangan Halal Bihalal 2026 Keluarga hingga Kantor
• 21 jam laludetik.com
thumb
Video: Konflik Memanas! Iran Sebut Kontak Dengan As Bukan Negosiasi
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Insanul Fahmi Tak Keberatan Hak Asuh Anak Jatuh ke Wardatina Mawa, Suami Siri Inara Rusli Hanya Minta Diberi Akses Bertemu
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.