Vatikan Izinkan Umat Katolik Terima Donor Organ dari Hewan

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Paus Leo XIV di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 25 Desember 2025. (REUTERS/Yara Nardi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gereja Katolik mengizinkan umat menerima donor organ, jaringan, atau sel dari hewan. 

Seiring dengan kemajuan dan prosedur medis yang melibatkan hewan, Vatikan pada Selasa (24/3/2026) menerbitkan dokumen baru dari Akademi Kepausan untuk Kehidupan yang menguraikan pertimbangan medis dan etis dari prosedur-prosedur tersebut.

Baca: 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Israel Termasuk

"Teologi Katolik tidak memiliki pengecualian, berdasarkan agama atau ritual, dalam menggunakan hewan apa pun sebagai sumber organ, jaringan, atau sel untuk transplantasi kepada manusia," demikian bunyi dokumen tersebut, seperti dikutip dari Euronews. 


Vatikan menambahkan bahwa pertanyaan etis mengenai xenotransplantasi, yaitu transplantasi organ, jaringan, atau sel dari satu spesies ke spesies lain, tidak dapat dijawab tanpa mempertimbangkan pribadi manusia dan hewan yang memberikan transplantasi tersebut.

Meskipun transplantasi organ semakin banyak digunakan sebagai pengobatan medis, jumlah prosedur masih terbatas akibat kekurangan organ, jaringan, dan sel manusia, demikian catatan Vatikan.

Baca: Crazy Rich Rusia Punya 100 Anak dari Donor Sperma, Siap Bagi Warisan

Penelitian telah menemukan bahwa volume transplantasi organ baru mencakup sekitar 5-10 persen dari permintaan global. Transplantasi dari hewan bisa mengurangi kekurangan donor manusia, demikian isi dokumen tersebut.

Namun, dalam penggunaan hewan, Vatikan menggarisbawahi beberapa kondisi: prosedur harus dilakukan hanya jika perlu dan masuk akal, modifikasi genetik yang dapat mengubah keanekaragaman hayati harus dihindari, dan penderitaan hewan yang tidak perlu harus dicegah.

Transplantasi xenotransplantasi harus meminimalkan kemungkinan perubahan atau pengaruh yang disengaja pada genom penerima, demikian menurut dokumen tersebut.

"Sebagai contoh, sangat penting untuk menolak transplantasi xenotransplantasi sel-sel otak yang terkait dengan kognisi dari hewan ke otak manusia jika identitas pribadi pasien tidak dapat dilindungi," tulis para penulis.

Di sisi lain, pengobatan sel ke otak yang bertujuan untuk memperbaiki cacat fisiologis, seperti penyakit Parkinson, melalui injeksi sel adrenal babi, sangat kecil kemungkinannya menimbulkan ancaman seperti itu, dan dapat dianggap dapat dibenarkan secara etis oleh Gereja Katolik.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tren Kecantikan Perawatan Botox hingga Filler Untuk Anak Muda

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Senegal Melawan! Resmi Gugat CAF ke CAS demi Rebut Kembali Gelar Juara Piala Afrika 2025
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
DKI kemarin, tarif TJ Rp12 hingga diskon Whoosh untuk tiket rombongan
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pemprov Sumut Sinkronkan dan Perbarui Lima Sektor Prioritas Pascabencana
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Anggaran Rp22,6 Miliar Digelontorkan untuk Permukiman Samosir, Pemerintah Targetkan Hunian Layak dan Lingkungan Tertata
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Kena Fitnah Kejam Usai Laga Timnas Indonesia, Marc Klok Tak Tahan Lagi Hingga Ungkap Fakta Menohok: Nuhun To The Jak!
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.