JAKARTA, DISWAY.ID – Dalam akun media sosialnya, Trump kembali beri jeda 10 hari serang Iran setelah izinkan 10 kapal minyak lewati selat Hormuz.
Donald Trump selaku Presiden Amerika menyampaikan bahwa penundaan penyerangan terhadap fasilitas energy atas permohonan pihak Iran.
“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon agar pernyataan ini berfungsi untuk menyatakan bahwa saya menunda periode penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00, Waktu Bagian Timur,” tulisnya yang diposting pada Jumat 27 Maret 3:11 AM waktu setempat.
“Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan yang salah yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik,” tambahnya.
BACA JUGA:Bualan Trump Makin Menjadi: Saya Tolak Ditawarkan Iran Menjadi Pimpinan Tertinggi
BACA JUGA:Iran Tolak Negosiasi Trump, Serangan Udara ke Israel Kian Memanas
Sebelumnya, Al Jazeera merilis jika Trump telah mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan hadiah yang sangat berharga dari Iran.
Adapun hadiah yang disebut oleh Trump adalah Iran mengizinkan 10 kapal membawa minyak melewati selat Hormuz.
Diketahui jika Iran menutup selat Hormuz sejak Amerika dan Israel melakukan penyarangan mulai akhir Februari lalu.
Sebelum Trump menyampaikan telah mengeluarkan izin terhadap 10 kapal tanker tersebut, pihak Iran telah menyampaikan jika mereka mengizinkan kapal 8 negara melewati selat Hormuz.
BACA JUGA:Trump Akui Telah Negosiasi dengan Iran, Berubah Hanya Dalam Hitungan Jam
BACA JUGA:Krisis Selat Hormuz Bayangi Ketahanan Fiskal Indonesia, Ekonom Sebut Biaya Energi Bakal Membengkak
Kapal tersebut di izinkan melewati selat Hormuz setelah mereka membayar 2 juta yuan.
Pembayaran itu karena Iran sendiri juga telah mengumumkan jika mereka meminta bayaran untuk setiap kapal yang akan melewati selat Hormuz.
Adapun 8 negara yang diizin kan melewati selat Hormuz antara lain China, India, Pakistan, Turkey, Malaysia, Iraq, Bangladesh dan Sri Lanka.
- 1
- 2
- »





