Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon. Serangan Israel menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut.
Dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/3/2026), media Lebanon melaporkan ledakan terdengar pagi ini waktu setempat. Sementara itu, koresponden AFP mendengar beberapa ledakan dari benteng Hizbullah, yang telah berulang kali diserang Israel sejak perang meletus pada 2 Maret.
Rekaman AFPTV menunjukkan asap mengepul dari area tersebut setelah serangan itu. Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran untuk area tersebut, tetapi tidak memberikan peringatan khusus sebelum serangan hari ini.
Pemimpin Hizbullah, Qassem, sebelumnya mengatakan pihaknya menolak melakukan perundingan gencatan senjata apabila Israel terus melakukan serangan.
Dilansir AFP, Kamis (26/3), Israel, yang menduduki Lebanon selatan selama sekitar dua dekade hingga tahun 2000, terus melancarkan serangan terhadap tetangga utaranya. Israel juga mengirim pasukan darat untuk menguasai jalur hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer (20 mil) dari perbatasan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan militer telah 'menciptakan zona keamanan yang nyata' dan sedang memperluasnya, dengan mendorong lebih dalam ke Lebanon.
"Kami hanya menciptakan zona penyangga yang lebih besar yang dapat mencegah invasi darat ke Israel dan serangan rudal," kata Netanyahu dalam video yang dibagikan oleh kantornya.
Sementara itu, Hizbullah mengeluarkan puluhan pernyataan yang mengklaim serangan terhadap pasukan Israel, dan mengatakan bahwa mereka juga meluncurkan rudal pada Kamis pagi ke lokasi militer di Israel tengah, di mana sirene serangan udara berbunyi.
Adapun media Israel mengatakan enam roket Hizbullah yang menuju ke wilayah tengah semuanya berhasil dicegat.
Hizbullah mengatakan para pejuangnya telah melancarkan lebih dari 80 serangan pada Rabu, jumlah serangan harian terbesar dalam perang saat ini. Hizbullah juga mengaku telah menyerang pasukan Israel di sembilan kota perbatasan.
(whn/fca)





