TANGERANG, KOMPAS.com – Tumpukan sampah mengular di lahan kosong Komplek Duren Village, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, sejak hari pertama Lebaran 2026.
Tumpukan limbah rumah tangga yang tak kunjung terangkut itu menimbulkan bau menyengat hingga radius puluhan meter serta memicu kemunculan belatung di sekitarnya.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran, terutama saat hujan turun yang memperparah bau serta menyebabkan genangan air lindi di sekitar lokasi.
Menumpuk sejak hari pertama Lebaran
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (26/3/2026), sampah memenuhi lahan kosong seluas sekitar 5x10 meter.
Baca juga: Sampah Menumpuk di Duren Village, DLH Tangerang Akui Armada 80 Persen Saat Lebaran
Beragam jenis sampah terlihat menumpuk, mulai dari plastik berisi sisa makanan, bungkus kemasan, kardus, hingga pakaian bekas.
Tumpukan tersebut bahkan meluber ke sisi kanan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter.
Baca juga: Penampakan Gunungan Sampah di Duren Village Tangerang, Bau Menyengat dan Banyak Belatung
Di sejumlah titik lainnya, sampah tampak menggunung dan tidak tertata, menandakan sudah beberapa hari tidak diangkut.
Bau menyengat tercium hingga radius sekitar 50 meter dari lokasi. Semakin mendekat, aroma busuk semakin kuat, terutama dari sampah basah yang mulai membusuk.
Selain itu, belatung terlihat berkembang di beberapa bagian tumpukan sampah.
Air lindi berwarna kehitaman juga tampak menggenang di sekitar lokasi, membuat tanah menjadi becek, licin, dan kotor.
Bau dan minimnya pengangkutan
Penjaga warung Madura di sekitar lokasi, Ronal (24), mengatakan, tumpukan sampah mulai terlihat sejak hari pertama Lebaran dan tidak kunjung dibersihkan dalam beberapa hari.
“Dari kemarin enggak ada yang bersihin, jadi sampah dari mana-mana numpuk di sini,” ujar Ronal saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Air lindi terlihat menggenang disekitar sampah yang menumpuk di kawasan Komplek Duren Village, Pedurenan, Karang Tengah, Kota Tangerang, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, pada hari normal, sampah biasanya diangkut setiap pagi oleh petugas kebersihan.
Namun, selama periode libur Lebaran, aktivitas pengangkutan tersebut diduga terhenti.