Purbaya Serius Jaga Disiplin Fiskal: Kita Bukan Asal Bapak Senang

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah darurat energi yang sedang melanda berbagai negara, akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah memastikan ketersediaan BBM dan gas di Indonesia aman dan terjangkau, sambil menjaga defisit APBN terkendali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, stabilitas harga BBM dan gas, termasuk yang disubsidi oleh APBN hingga kini masih terkendali karena telah diperhitungkan dengan matang oleh pemerintah, bukan sebatas didasari dari perkiraan yang menyenangkan sejumlah pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kita bukan ABS, asal bapak senang, tapi semua terhitung dengan baik," kata Purbaya di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).


Baca: Asia Dilanda Krisis Energi, Diam-Diam Pengusaha Batu Bara RI Tersenyum

Purbaya mengatakan, saat harga minyak mentah sempat menembus level US$ 100 per barel, Kepala Negara sebetulnya telah mempertanyakan kepada dirinya tentang kondisi fiskal Indonesia, karena dalam asumsi makro APBN 2026 harga minyak mentah acuan dipatok di level US$ 70 per barel.

Saat ditanya Presiden Prabowo itu, Purbaya mengaku langsung menujukkan data-data kapasitas fiskal Indonesia dalam meredam gejolak global. Ia mengatakan kepada Prabowo bahwa meski harga minyak tinggi, dalam setahun ini fiskal mampu meredam tekanan sambil menjaga defisit tetap di bawah batas aman UU Keuangan Negara 3% dari PDB.

"Dengan keadan seperti itu kita tidak pernah panik tapi kita approach terukur. Tidak ada angka aneh-aneh yang tidak bisa kita hitung," paparnya.

"Kita pastikan approach kuantitatif terukur. Jadi kalau serius, kita serius banget. Kalau selesai kita ketawa-ketawa. kita pegang prinsip disiplin fiskal, kredibilitas APBN," tegas Purbaya.

Baca: Cerita Purbaya Ditanya Prabowo: APBN Aman Jika Harga Minyak US$ 100?

Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah membeberkan kondisi terkini ketersediaan energi, termasuk pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan pemetaan dan pengamanan stok energi. Khusus BBM jenis Solar, Bahlil menyebutkan saat ini Solar sepenuhnya sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri, tanpa perlu impor.

Sementara untuk bensin dan LPG, Indonesia masih membutuhkan pasokan dari luar negeri dengan porsi yang bervariasi.

"Dalam berbagai kesempatan sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat hari ini BBM di negara kita tercinta baik daripada bensin, solar maupun LPG terpenuhi dengan baik," ujar Bahlil dalam konferensi pers usai tinjauan pasokan BBM di SPBU Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Sebagai antisipasi, pemerintah telah mengalihkan sumber impor minyak mentah (crude oil) yang selama ini melewati Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan migas dunia yang terdampak konflik Iran dengan AS-Israel.

Bahlil menyebutkan bahwa pemerintah berupaya untuk mencari sumber alternatif pengganti minyak dari Timur Tengah ke negara lain, atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kita juga tahu bahwa 20% dari crude kita itu kita ambil dari Selat Hormuz, sekarang kita sudah switch ke tempat lain dan pasokannya sekarang insya Allah sudah mulai membaik. Jadi mohon doanya saja," tambahnya.

Di tengah upaya tersebut, Bahlil mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara efisien dan tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying. Ia juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang memanfaatkan situasi krisis ini untuk menimbun BBM bersubsidi atau memperjualbelikannya kembali ke sektor industri.

Terkait dengan kebijakan harga, pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak global ini. Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mencari skema bantalan subsidi yang tepat agar beban krisis tidak langsung menghantam daya beli masyarakat.

"Doakan kami, dari pemerintah khususnya untuk subsidi sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat. Jadi untuk subsidi jadi saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik sekalipun krisis tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya," tegasnya.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ucapkan Selamat Idulfitri, Purbaya Yakin Ekonomi RI Kuat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MAKI Surati DPR Usul Bentuk Panja Buntut Tahanan Rumah Yaqut, Ini Kata KPK
• 20 jam laludetik.com
thumb
Bukan Jenderal! Ini Sosok yang Punya Kuasa Tertinggi dalam Perang AS
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia 2026, Italia Tantang Bosnia di Final Play-off
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Kebiasaan Orang yang Tidak Gampang Marah
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Purbaya Lantik Robert Marbun Jadi Sekjen Kemenkeu 
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.