Bisnis.com, JAKARTA – Danantara Indonesia angkat suara terkait rumor investasi pada studio film independen asal Amerika Serikat, A24.
Rumor investasi Danantara Indonesia pada studio film independen asal AS ini memicu kekhawatiran publik terkait arah investasi sovereign wealth fund (SWF) di sektor non-tradisional.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada realisasi investasi pada A24. Menurutnya, isu ini beredar karena dirinya mengenal beberapa figur di rumah produksi A24.
“Belum ada investasi Danantara di A24. Kebetulan saya memang kenal dengan mereka (eksekutif di A24),” ujar Pandu kepada Bisnis, Kamis (26/3/2026).
Kendati demikian, Pandu mengakui sektor kreatif, termasuk industri film, menjadi salah satu area yang dilirik karena potensinya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Tapi memang untuk sektor kreatif itu menarik, kami melihatnya karena juga mendukung pengembangan SDM Tanah Air,” ujarnya.
Baca Juga
- Satu Tahun Danantara, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Dukung Pendidikan
- Danantara Buka Pendaftaran Calon Mitra Proyek PSEL Gelombang II
- Pandu Sjahrir: Fraud Eksternal jadi Ancaman, 27,12% Fintech Kena Pishing pada 2025
Pandu pun memastikan menekankan bahwa setiap keputusan investasi Danantara akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk memastikan adanya imbal hasil optimal serta nilai strategis bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya, terkait rumor investasi Danantara di rumah produksi indie di balik The Whale & Everything Everywhere All At Once ini, Tim Komunikasi Danantara Indonesia menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk menjunjung tinggi standar transparansi dan tata kelola terbaik.
“Oleh karena itu, setiap peluang investasi yang kami lakukan harus melewati proses uji tuntas yang menyeluruh agar sejalan dengan kepentingan jangka panjang Indonesia,” ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia.
Di sisi lain, rumor investasi Danantara kali ini menjadi menarik, karena A24 menjadi rumah produksi yang melahirkan karya-karya besar.
Mengenal A24
A24 dikenal sebagai studio film independen yang sukses secara komersial dan artistik, dengan sejumlah film pemenang Academy Award dan valuasi yang terus meningkat di industri global.
A24, awalnya hanya perusahaan distributor film independen kecil, yang dengan cepat berubah menjadi salah satu nama yang paling dihormati dan sukses dalam industri perfilman global.
Kota New York menjadi awal dari usaha patungan ini, yang diluncurkan sebagai perusahaan distribusi film pada 2013. Daniel Katz, David Fenkel, dan John Hodges masing-masing membawa kecerdasan senimatik mereka ke rumah produksi yang tengah naik daun ini.
Gaya penceritaannya yang unik dan kebebasan artistiknya berkontribusi pada reputasi A24 terhadap orang-orang di dalam dan luar Hollywood.
Seperti yang tercermin dari logo pembuka yang sederhana, A24 memiliki pendekatan yang sederhana terhadap industri film sebelum akhirnya menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar di balik film klasik kultus, film box office sukses, dan bahkan film pemenang Academy Award.
Pada 2013, A24 merilis film pertamanya, A Glimpse Inside the Mind of Charles Swan III. Pada tahun yang sama, mereka juga merilis Spring Breakers, film yang dibintang Selena Gomez, Vanessa Hudgens, dan James Franco tentang anak-anak kuliah dalam perjalanan liburan musim semi yang tidak terkendali.
Film ini mencapai kesuksesan yang lumayan di box office, membuka jalan bagi proyek yang lebih kreatif. A24 juga terus mendistribusikan film independen beranggaran rendah oleh sineas yang sedang naik daun.
A24 pun memungkinkan sutradara seperti Barry Jenkins, Robert Eggers, dan Greta Gerwig untuk memiliki kebebasan artistik penuh, menggunakan suara kreatif mereka yang unik untuk membuat film persis seperti yang mereka bayangkan.





