Hasto Kristiyanto Tegaskan Komitmen Demokrasi Asia di Forum CALD Manila

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Manila

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menghadiri pembukaan forum Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) bertajuk “All About Democracy” di Hotel Dusit Thani, Manila, Kamis (26/3/2026). Kehadiran Hasto menjadi bagian dari upaya PDIP memperkokoh pelembagaan partai dan memperkuat demokrasi di kawasan Asia Tenggara.

“Kehadiran kami di sini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan PDI Perjuangan untuk memastikan pelembagaan partai berjalan seiring dengan penguatan kualitas demokrasi,” ujar Hasto di sela-sela kegiatan.

Hasto didampingi Ketua Departemen Hubungan Internasional DPP PDIP, Hanjaya Setiawan, pengurus DPC PDIP Depok drg. Rahma Charliyan, serta sejumlah kader dan simpatisan.

Dalam sesi perkenalan delegasi, Moritz Kleine-Brockhoff, mantan Kepala Wilayah Asia Tenggara dan Timur Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF), memberikan penghormatan khusus kepada Hasto. Ia menyebut Sekjen PDIP itu sebagai sosok yang konsisten membela nilai-nilai demokrasi meskipun pernah mengalami kriminalisasi.

“Hasto adalah salah satu tokoh politik favorit saya. Ia pernah dipenjara karena kriminalisasi, tetapi tetap teguh memperjuangkan demokrasi,” puji Moritz, yang langsung disambut tepuk tangan peserta forum.

Hasto kemudian berdiri dan memberikan hormat kepada seluruh hadirin sebagai bentuk penghargaan.

Forum secara resmi dibuka Presiden Partai Liberal Filipina, Lorenzo “Erin” Tañada III, yang menyoroti tantangan serius pelemahan demokrasi di banyak negara.

“Di seluruh kawasan, kita melihat kemunduran demokrasi, erosi kepercayaan terhadap institusi, dan tantangan terhadap kebebasan fundamental,” ujar Erin dalam pidatonya.

Ia menegaskan demokrasi tidak boleh hanya menjadi retorika, tetapi harus dimulai dari internal partai politik.

“Demokrasi harus dimulai dari barisan kita sendiri,” tegas Erin.
“Biarlah pertemuan di Manila ini menjadi ruang untuk memperbarui tekad dan memperkuat kerja sama kita.”

Forum ini sekaligus menandai 80 tahun Partai Liberal Filipina dan 40 tahun Revolusi EDSA atau People Power.

Usai pembukaan, forum dilanjutkan dengan seminar bertema “Democratic Resilience at Risk: Violence Against Women in Politics in Asia.”

Tokoh demokrasi Filipina, Leila de Lima, tampil sebagai panelis utama, membahas ancaman kekerasan dan disinformasi yang banyak menyasar politisi perempuan.

Pada Jumat (27/3), Hasto dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam Policy Roundtable on Democratic Resilience, membahas “Political Party Institutionalization and Strategic Campaign.”

Ia akan berbagi forum dengan tokoh politik Filipina Florencio “Butch” Abad dan Sekjen Singapore Democratic Party Chee Soon Juan.

Hasto menegaskan kembali pentingnya demokrasi Indonesia yang berakar pada ajaran Bung Karno.

“Demokrasi Indonesia sangat khas. Demokrasi politik dan ekonomi adalah penggerak kemerdekaan setiap anak bangsa serta jalan menuju keadilan sosial,” ungkapnya.

Delegasi PDIP juga dijadwalkan memberikan suara dalam Komite Eksekutif (ExCo) CALD ke-52, untuk memilih pimpinan CALD periode 2026–2028.

“Kami hadir mempertegas posisi PDIP dalam mendukung pesan utama forum: bahwa demokrasi di Asia harus dipertahankan dan diperluas manfaatnya bagi seluruh warga,” tutup Hasto.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Bergejolak di Tengah Konflik Timur Tengah, Beli Sekarang atau Tunggu?
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Karyawan Toko Pokemon Ditikam Hingga Tewas di Distrik Komersial Tokyo
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anggota OPM Peltu Alfons Tewas Usai Kontak Tembak dengan TNI
• 19 jam laludetik.com
thumb
Riau Siaga Darurat Karhutla, 2.713 Hektare Terbakar Sepanjang Januari hingga Maret 2026 
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Tak Cuma Gelar, Mahasiswa Disiapkan Langsung Terjun ke Dunia Kerja
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.