Jakarta: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong peningkatan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor digital lewat kolaborasi dunia pendidikan, salah satunya Universitas Bina Nusantara (Binus). Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan, minat lulusan Universitas Binus untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi, utamanya di sektor digital.
"Minat lulusan Binus bekerja di luar negeri cukup tinggi, khususnya di sektor digital. Namun, mereka masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi dan jalur penempatan yang tepat," kata Christina usai menerima kunjungan akademisi Universitas Binus di Kementerian P2MI Jakarta dilansir Antara, Jumat, 27 Maret 2026.
Baca Juga :
Pemkot Jaktim Angkut 25 Ton Sampah Sisa Banjir di Kramat Jati"Selama ini jumlah lowongan di sektor digital masih sedikit. Namun ini bukan karena tidak ada kebutuhan, melainkan karena belum adanya keyakinan dari agensi penempatan bahwa Indonesia mampu menyuplai tenaga kerja digital yang siap kerja," ujar Christiana.
(Foto:Dok.Kementerian P2MI)
Oleh karena itu, lanjut Christina, Kementerian P2MI mulai fokus mengembangkan sektor digital sebagai salah satu peluang strategis penempatan PMI. Menurut dia, hal itu mencakup pemetaan potensi kebutuhan tenaga kerja global, penguatan kompetensi calon pekerja migran, serta peningkatan kualitas suplai tenaga kerja digital dari dalam negeri.
"Kami ingin memastikan Indonesia mampu menghadirkan talenta digital yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar global," kata Christiana.
Sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan disebut menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat untuk mendorong peningkatan PMI di sektor digital dengan mengutamakan aspek perlindungan.
"Kami menyambut baik masukan dari akademisi Universitas Binus sebagai bagian dari upaya memformulasikan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global," ujar Christina.




