Motor vs Transportasi Umum, Mana Lebih Efisien untuk Pertama Kali Kerja di Jakarta?

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Usai Lebaran, Jakarta kembali menjadi magnet bagi para pencari kerja dari berbagai daerah. Fenomena ini terjadi hampir setiap tahun, di mana banyak perantau datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan memulai hidup baru di ibu kota.

Seiring dengan itu, kebutuhan akan kendaraan pribadi pun ikut meningkat. Motor menjadi pilihan utama karena dinilai paling efisien untuk menunjang mobilitas harian di tengah kemacetan Jakarta, terutama bagi pekerja baru dengan penghasilan setara upah minimum provinsi.

Baca Juga :
Polisi Ungkap Kronologi Mobil Fortuner Tabrak 4 Motor di PIK Tewaskan 2 Orang
Catat! Ini Rute Mudik Motor yang Minim Risiko dan Lebih Nyaman

Dengan gaji UMP Jakarta yang berada di kisaran Rp5 jutaan, membeli motor tentu tidak bisa sembarangan. Perlu pertimbangan matang agar cicilan atau biaya pembelian tidak membebani kebutuhan hidup seperti kos, makan, hingga kebutuhan harian lainnya.

Motor matic 110–125 cc menjadi pilihan paling rasional. Honda BeAT misalnya, yang dari penelusuran VIVA Otomotif Jumat 27 Maret 2026 dijual sekitar Rp18–19 jutaan. Jika dibeli kredit dengan DP Rp2–3 jutaan dan tenor 35 bulan, cicilannya berkisar Rp700 ribu hingga Rp850 ribu per bulan.

Sementara Honda Vario 125 yang harganya Rp23–25 jutaan memiliki cicilan sekitar Rp900 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan, dengan DP Rp3–4 jutaan. Yamaha Gear 125 yang berada di kisaran Rp20–21 jutaan juga bisa dicicil sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

Di sisi lain, motor bekas tetap menjadi opsi paling realistis bagi pekerja baru. Dengan dana Rp5–8 jutaan, motor seperti Honda BeAT atau Yamaha Mio tahun lama sudah bisa dimiliki tanpa cicilan. Bahkan jika dikreditkan, cicilan motor bekas umumnya hanya Rp400 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.

Namun, bagaimana jika dibandingkan dengan transportasi umum di Jakarta?

Untuk pekerja yang mengandalkan TransJakarta, tarifnya relatif murah yakni sekitar Rp3.500 sekali jalan. Jika digunakan pulang-pergi selama 22 hari kerja, total biaya hanya sekitar Rp154 ribu per bulan. Jika dikombinasikan dengan KRL atau MRT, biaya bisa naik ke kisaran Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per bulan, tergantung jarak dan frekuensi perjalanan.

Sekilas, transportasi umum memang jauh lebih hemat dibanding cicilan motor. Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti waktu tempuh, fleksibilitas, serta akses dari rumah ke halte atau stasiun.

Baca Juga :
FDR Siapkan Layanan Tambahan untuk Pemudik Motor
Motor Suzuki Paling Ditakuti Kini Jadi Street Fighter
Honda Kirim Ribuan Pemudik dan Motor ke Kampung Halaman

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Reuni BTS yang Ditunggu-Tunggu Akhirnya Terjadi, Penuh Tawa dan Nostalgia
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sambel Uleg Angkat Tradisi Mudik Lebaran Lewat Animasi Tukar Rasa
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Presiden Prabowo Akan Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim, Ini yang Akan Dibahas
• 8 jam laluokezone.com
thumb
18 Ribu Orang Gunakan TransJakarta Rute Blok M-Bandara Soetta Periode 13 hingga 25 Maret 2026
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Israel Klaim Tewaskan Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.