BEKASI, KOMPAS.com – Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Sagara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, masih tergenang banjir hingga Jumat (27/3/2026) siang. Tinggi air mencapai 20 hingga 30 sentimeter.
Pada Senin (23/3/2026), wilayah ini juga sempat dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Jumat (27/3/202), genangan air menutupi separuh badan jalan. Kondisi tersebut menyulitkan pengendara, terutama karena adanya lubang di sejumlah titik jalan yang tertutup genangan.
Sejumlah kendaraan, baik mobil maupun motor, terlihat memperlambat laju bahkan menepi untuk menghindari lubang tersebut.
Baca juga: Pembangunan Huntap Korban Banjir Sumatera: Dapat Dana Rp 60 Juta atau Dibangunkan Pemerintah
Di sepanjang ruas jalan tidak terlihat adanya saluran drainase. Akibatnya, air tak mengalir dan justru menggenang dalam waktu lama.
Sebagai informasi, Jalan Marunda Makmur merupakan akses penghubung menuju Jakarta Utara serta kawasan sekitar Banjir Kanal Timur (BKT). Mobilitas kendaraan di kawasan ini terbilang tinggi.
Salah satu warga, Muhammad Madi (43), mengatakan, jalan tersebut langganan banjir setiap hujan deras mengguyur.
“Ya akibat para pengembang yang tidak memikirkan drainase kiri-kanan untuk jalan air. Jadi setiap ada hujan, pasti tergenang. Itu sudah jadi rahasia umum,” ujar Madi saat ditemui di lokasi, Jumat.
Tiap kali banjir, ketinggian air kerap mencapai 50-100 sentimeter, seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Madi mengungkapkan, banyak kendaraan, khususnya sepeda motor, yang mogok karena nekat melintasi genangan yang cukup dalam.
“Dari mulai depan Tol Tarumajaya, terus Perumahan Pantai Modern sampai dengan Kebon Kelapa, setiap ada hujan pasti banyak kendala, ya mogok ataupun kepleset,” kata dia.
Ia juga menyebut kondisi ini sudah berlangsung selama lima hingga enam tahun, namun belum ada penanganan serius dari pemerintah.
“Sampai saat ini pun belum ada penanganan dari Pemerintah Jawa Barat,” ujarnya.
Baca juga: Alasan Pemerintah Kebut Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera
Menurut Madi, perbaikan jalan saja tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak disertai pembangunan saluran air.
“Jadi yang jadi permasalahan utama ini drainase. Pembuangan airnya enggak ada,” kata dia.
Warga berharap pemerintah segera membangun drainase agar banjir tidak terus terjadi setiap musim hujan.
“Pada intinya kami ingin jalan ini dibuatkan drainase. Untuk Pak KDM (Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat) tolong dilihat lagi kinerja pegawai yang di bawah ini. Terutama untuk akses jalan, soalnya setiap ada hujan pasti tergenang banjir,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi terkait laporan banjir di wilayah tersebut.
"Belum ada laporan ke BPBD hingga saat ini. Segera kami tindak lanjut," ujar Dodi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




