Jangan Salah! Emas Bukan Instrumen Cepat Kaya, Ini Risiko dan Karakter yang Wajib Dipahami

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Pramuniaga menunjukkan emas antam di sebuah gerai penjualan emas di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/1/2026). Berdasarkan situs Logam Mulia Antam pada Rabu (14/1), harga emas Antam sejak 10 Januari 2026 naik beruntun sebesar Rp13.000 dari semula Rp2.652.000 menjadi Rp2.665.000 per gramnya dan kenaikan harga tersebut menjadi rekor harga tertinggi sepanjang masa. (Sumber: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masih banyak masyarakat yang membeli emas dengan harapan bisa meraih keuntungan cepat.

Padahal, di balik citranya sebagai aset aman, emas bukanlah instrumen “cepat kaya” dan justru membutuhkan strategi serta kesabaran dalam jangka panjang.

Dalam diskusi Kompas Bisnis, Jumat (27/3/2026), psikolog konsumen Irfan Agia menegaskan bahwa emas memiliki karakter yang berbeda dibanding instrumen investasi lain seperti saham. 

Emas lebih tepat digunakan sebagai alat pelindung nilai, bukan untuk mengejar cuan instan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 27 Maret 2026: Anjlok Rp40.000, Buyback Turun Lebih Dalam

“Emas itu secara karakter dia bukan get rich quick asset. Jadi bukan sesuatu yang kita beli dalam jangka pendek kita jual gitu ya. Kemudian kita langsung mendapat profitnya,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, fungsi utama emas adalah sebagai hedging atau pelindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. 

Selain itu, emas juga berperan penting dalam diversifikasi portofolio investasi.

Artinya, emas sebaiknya menjadi pelengkap dari instrumen lain, bukan satu-satunya aset yang diandalkan untuk mencari keuntungan.

“Yang paling penting adalah diversifikasi portofolio, yang artinya bisa jadi sebelum memiliki emas, kita sudah punya instrumen investasi lain dan kita memproteksi portofolio kita dengan diversifikasi mempunyai emas gitu,” jelasnya.

Harga Bisa Stagnan, Butuh Kesabaran

Salah satu karakter emas yang sering tidak disadari investor pemula adalah pergerakan harganya yang bisa stagnan dalam waktu cukup lama.

Hal ini membuat emas kurang cocok bagi mereka yang mengincar keuntungan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 27 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Masih Stabil Rp2,8 Jutaan

“Emas ini mempunyai harga yang stagnannya bisa lama dan butuh kesabaran. Makanya kembali sesuaikan dengan profil risiko,” kata Irfan.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • investasi emas
  • emas bukan cepat kaya
  • karakter emas investasi
  • risiko emas
  • emas jangka panjang
  • emas safe haven
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Semarang 27 Maret 2026
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Penemuan dan Identitas Pria Muda Tewas Terkubur di Cikeas
• 17 jam laludetik.com
thumb
Harga BBM Thailand Melonjak Tajam, Subsidi Dipangkas Warga Terpukul
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
26 Maret, Tepat 11 Tahun Misteri Kematian Akseyna yang Tak Kunjung Terungkap
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Rilis Foto DPO Rendy Hermawan, Penyedia Rekening Bandar Ko Andre-Ko Erwin
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.