Tanda tangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan dicantumkan dalam uang kertas dolar Amerika mulai musim panas tahun ini. Hal ini akan menjadi momen pertama kali dalam sejarah AS, ketika tanda tangan seorang presiden yang masih aktif menjabat muncul dalam uang kertas dolar Amerika.
Departemen Keuangan AS, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026), mengatakan bahwa kebijakan yang melibatkan desain ulang uang kertas dolar Amerika ini, direncanakan untuk menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, yang jatuh pada 4 Juli mendatang.
Dengan didesain ulang, maka untuk pertama kalinya dalam 165 tahun terakhir, tanda tangan bendahara AS (US Treasurer) akan hilang dari uang kertas dolar Amerika.
Bendahara AS merupakan pejabat di bawah Menteri Keuangan (Menkeu), yang melapor pada Menkeu, yang bertugas mengawasi Biro Engraver dan Percetakan, US Mint -- badan federal yang bertanggung jawab memproduksi dan mengedarkan uang logam AS, dan fungsi-fungsi Departemen Keuangan lainnya.
Uang kertas pecahan US$ 100 dolar pertama dengan tanda tangan Trump, dan tanda tangan Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent, akan dicetak pada Juni mendatang. Hal ini akan diikuti oleh uang kertas dolar Amerika pecahan lainnya pada bulan-bulan berikutnya.
Uang kertas desain baru ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk beredar di bank-bank.
Departemen Keuangan AS saat ini masih memproduksi uang kertas yang memuat tanda tangan Janet Yellen, mantan Menkeu era Presiden Joe Biden, dan mantan Bendahara AS Lynn Malerba.
Malerba akan menjadi yang terakhir dari daftar panjang Bendahara AS yang tanda tangannya telah muncul dalam mata uang AS sejak tahun 1861 silam, ketika pemerintah AS pertama kali menerbitkannya.
(nvc/ita)





