REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran soal kondisi ekonomi nasional yang disebut melemah. Ia justru menegaskan ekonomi Indonesia masih berada dalam fase ekspansi dan berpeluang tumbuh hingga 6 persen.
Purbaya mengatakan, keyakinan itu ditopang sejumlah indikator ekonomi yang masih menunjukkan tren positif. Ia bahkan membandingkan dengan proyeksi pelaku pasar yang dinilai tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi Indonesia.
Baca Juga
Meski Kapalnya Diizinkan Lewat Hormuz, Malaysia Batasi Konsumsi RON 95 Jadi 200 L per Orang
Lobi Anwar Ibrahim Berhasil, Iran Izinkan Kapal-Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz
Selat Hormuz Terganggu, Waspadai Beban Subsidi dan Impor LNG
“Saya tanya orang di luar pemerintah, berapa prediksi kamu? 5,7 persen bisa, katanya. Menurut saya, di atas 5,5 persen sudah bagus dalam kondisi sekarang,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Menurut dia, sejumlah indikator seperti survei konsumen, Purchasing Managers’ Index (PMI), hingga penjualan kendaraan bermotor masih menunjukkan ekspansi. Data tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi terus bergerak.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kalau indikator itu tidak naik, saya juga tidak bisa bilang ekonomi naik,” katanya.
Purbaya juga menilai daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama didorong momentum Lebaran yang meningkatkan mobilitas dan konsumsi. “Siapa yang bilang krisis? Di mana-mana macet, orang belanja. Artinya daya beli masih ada,” tegasnya.
Pemudik tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (24/3/2026). Berdasarkan data dari PT KAI Daop 1 Jakarta, jumlah pemudik yang tiba di Jakarta saat arus balik Selasa (24/3) mencapai 52.926 dengan rincian Stasiun Pasar Senen 18.458 Stasiun Gambir 16.610 penumpang. - (Republika/Thoudy Badai)
Di tengah tekanan global, terutama kenaikan harga minyak dunia, pemerintah disebut masih mampu meredam dampaknya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita bisa mitigasi harga minyak dunia yang tinggi karena kita serap di APBN,” ujar Purbaya.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini fokus menjaga likuiditas ekonomi tetap memadai serta memastikan belanja negara tersalurkan tepat waktu. Selain itu, perbaikan iklim usaha terus dilakukan agar sektor swasta semakin bergerak.