Pasbata Prabowo: Langkah Eks Kabais Letjen Yudi Tamparan Keras Bagi Elite yang Suka Berkelit

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Ketua Umum Pasbata Prabowo David Febrian menyoroti langkah kesatria Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatan kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) pascakasus anggotanya terlibat penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Langkah dan keberanian moral Letjen Yudi mendapat sorotan di tengah banyaknya pejabat memilih bertahan dan berlindung dengan dalih demi jabatan.

BACA JUGA: Anggota BAIS Siram Aktivis KontraS, DPR Pertimbangkan Panggil Perwakilan Pemerintah

David Febrian menyebut pengunduran diri Yudi juga menjadi "tamparan keras" bagi para pejabat yang selama ini tersandung persoalan hukum namun tetap berupaya mempertahankan jabatan.

"Ini bukan sekadar mundur. Ini adalah sikap kesatria. Ini pelajaran terbuka bagi banyak pejabat yang ketika bermasalah justru sibuk mencari pembenaran, memainkan opini, bahkan menyalahkan pihak lain," ujar David, Jumat (27/3/2026).

BACA JUGA: Prabowo Minta Usut Dalang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus yang Menyeret Anggota BAIS TNI

Menurut David, Letjen Yudi menunjukkan standar kepemimpinan yang berbeda, bahwa tanggung jawab kepada rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun jabatan, bahkan sebelum proses hukum selesai.

"Di negeri ini, terlalu sering kita melihat pejabat yang jelas-jelas bermasalah tapi masih bertahan, berkelit, dan menghindar. Letjen Yudi justru melakukan hal sebaliknya. Urusan benar atau salah biar hukum yang membuktikan, tapi tanggung jawab kepada publik tidak bisa ditunda," tuturnya.

BACA JUGA: KPK Punya Semboyan Berani, Jujur, & Hebat, Tetapi Tak Dipraktikkan di Kasus Gus Yaqut

Menurut Pasbata Prabowo, sikap seperti ini adalah bentuk kepemimpinan sejati yang mulai tergerus oleh praktik politik pragmatis. Ia bahkan menyebut karakter ksatria seperti ini hampir tidak lagi menjadi arus utama di kalangan elite.

"Ini tipe pemimpin yang semakin jarang kita temui. Berani bertanggung jawab tanpa harus dipaksa. Ini bukan soal tekanan, ini soal integritas," ujarnya.

Walakin, David mengingatkan agar publik tidak terjebak dalam narasi yang justru mengaburkan substansi kasus. Dia menegaskan, pengunduran diri bukan akhir, melainkan awal dari proses hukum yang harus dikawal secara serius.

"Jangan dibelokkan. Jangan dipelintir seolah ini drama atau manuver. Ini bentuk tanggung jawab, tapi proses hukum tetap harus berjalan dan kita kawal bersama," tegasnya.

Pasbata Prabowo juga menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah cepat dan terbuka yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Dia menilai respons tersebut sebagai bukti bahwa TNI tidak mentolerir pelanggaran dan serius menjaga kredibilitas institusi.

"Langkah tegas Puspom TNI menunjukkan bahwa tidak ada ruang untuk kompromi. Ini wajah transparansi di era demokrasi. Ini harus kita dukung, bukan dicurigai tanpa dasar," ujarnya.

Pasbata Prabowo mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik dalam membangun budaya tanggung jawab di ruang publik.

"Kalau semua pejabat punya keberanian seperti ini, bangsa ini tidak akan terus disandera oleh krisis kepercayaan. Ini contoh nyata. Tinggal mau ditiru atau tidak," ucapnya.(fat/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Brimob Sterilisasi Stasiun Gambir, Pastikan Penumpang Arus Bali Lebaran Aman
• 11 jam laludetik.com
thumb
BMKG Prediksi Cuaca Sebagian Besar Wilayah RI Hujan Hari Ini Jumat 27 Maret 2026
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Maduro hadir lagi di pengadilan New York, pendukungnya berunjuk rasa
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Inovasi dan Teknologi Percepat Transformasi Peternakan Berkelanjutan
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Risiko Warga Taiwan ke Daratan Tiongkok Meningkat Tajam, 313 Orang Hilang Kontak atau Ditahan
• 14 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.