TABLOIDBINTANG.COM - Merayakan Idulfitri jauh dari Tanah Air membuat aktor cilik Rayhan Cornelis diliputi rasa rindu. Untuk kedua kalinya menjalani Lebaran di Belanda, pemain film Bayi Ajaib itu mengaku banyak momen atau tradisi di Indonesia yang tidak bisa dirasakan di tempat lain.
Suasana Ramadan yang biasanya semarak di Indonesia menjadi hal paling dirindukan. Mulai dari suara azan, keceriaan membangunkan sahur, hingga takbir keliling, semuanya tak ditemukan di tempat tinggalnya sekarang.
“Di sini nggak ada azan, nggak ada yang bangunin sahur, nggak ada takbir keliling juga,” ungkap Rayhan kepada wartawan baru-baru ini.
Tak hanya itu, momen silaturahmi keluarga bedar saat Lebaran juga menjadi kenangan yang begitu membekas.
Berkunjung dari rumah ke rumah, bertemu tetangga, hingga suasana ramai penuh kehangatan menjadi sesuatu yang indah dan sakral di Hari Raya.
“Kangen suasana Lebaran rame, bisa ke rumah teman dan tetangga,” jelas pemilik akun Instagram centrang biru, @rayhanbdn.
Meski tetap menjalankan tradisi bersama keluarga dan komunitas Indonesia, Rayhan mengakui suasananya tetap berbeda. Jarak antar rumah yang jauh serta perbedaan latar belakang budaya membuat tradisi Lebaran tidak bisa dijalani sepenuhnya seperti di Indonesia.
Di sisi lain, perjuangan untuk menjalankan ibadah juga menjadi tantangan tersendiri. Rayhan harus menempuh perjalanan hingga 1,5 jam ke Amsterdam demi bisa melaksanakan salat Id.
“Harus naik mobil jauh demi salat Id, sekitar 1,5 jam,” terang Rayhan.
Namun di tengah segala keterbatasan, Rayhan tetap berusaha menghadirkan nuansa Indonesia, terutama lewat hidangan khas Lebaran yang selalu disiapkan sang ibu.
“Mama selalu masak opor, rendang, sama lontong sayur, jadi tetap terasa seperti di rumah,” ungkap Rayhan
Bagi Rayhan, meski kini berada di negeri orang, kenangan Lebaran di Indonesia tetap menjadi yang paling berkesan. Suasana hangat, kebersamaan, dan tradisi yang meriah menjadi hal yang tak tergantikan.
“Kumpulnya tetap ada di sini, tapi rasanya beda. Lebaran di Indonesia memang paling ngangenin,” pungkas Rayhan Cornelis.




