Otoritas Iran melaporkan bahwa gelombang serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memicu kerusakan terhadap lebih dari 100 museum dan situs budaya, serta situs bersejarah, yang ada di berbagai wilayah negara tersebut sejak perang dimulai pada akhir Februari.
"Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung dan mengalami kerusakan struktural yang serius," kata kepala komite warisan budaya pada Dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (27/3/2026).
Dalam pernyataan yang dikutip oleh televisi pemerintah Iran, Alavi menyebut Istana Golestan yang terdaftar pada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) atau UNESCO, bersama dengan situs-situs lainnya, mengalami kerusakan akibat perang.
Beberapa situs budaya dan bersejarah yang rusak akibat serangan AS-Israel, sebut Alavi, mencakup Istana Saadabad, Istana Marmer, dan rumah Teymourtash, yang juga dikenal sebagai Museum Perang.
Laporan kantor berita WANA News Agency menyebut museum dan situs bersejarah di Provinsi Teheran menjadi yang paling parah terkena dampak perang. Disebutkan bahwa lebih dari 50 situs mengalami kerusakan di provinsi tersebut.
Di antara situs-situs budaya dan bersejarah yang rusak, menurut WANA News Agency, sekitar 20 situs di antaranya terdaftar sebagai situs warisan nasional. Sebanyak 19 bangunan bersejarah penting lainnya mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan struktural.
Tiga bangunan arsitektur kontemporer di Teheran dilaporkan hancur total, termasuk bekas gedung Gendarmerie, kantor polisi Bazaar, dan gedung kepolisian Baharestan.
Teheran, sebut WANA News Agency, memiliki sekitar 3.000-5.000 bangunan bersejarah dan arsitektur penting.
(nvc/ita)





