Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) 2026 yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober 2026 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima silaturahmi panitia di kediamannya di Yogyakarta, Rabu (26/3). Dalam pertemuan itu, panitia juga memohon kesediaan Nezar untuk menjadi dewan pengarah guna mendukung kelancaran kegiatan.
“Ajang olahraga bagi atlet bertalenta khusus se-Indonesia ini merupakan bentuk penghargaan tulus bagi saudara-saudara kita penyandang autisme, down syndrome, tuna grahita, ADHD, dan lainnya dalam meraih prestasi serta kesehatan jasmani,” ujar Nezar dalam rilis yang diterima Pandangan Jogja, Jumat (27/3).
Panitia menjelaskan, PESONAS 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan sebelumnya di Semarang pada 2022. Ajang ini tidak hanya berorientasi pada kejuaraan, tetapi juga menekankan nilai sportivitas, kesetaraan, dan pengakuan atas kemampuan atlet disabilitas intelektual.
Di Indonesia, jumlah penyandang disabilitas intelektual diperkirakan mencapai sekitar 5,2 juta jiwa yang tersebar di berbagai daerah dan latar belakang sosial ekonomi. Sebagian di antaranya telah menunjukkan prestasi di berbagai cabang olahraga.
Perwakilan panitia, Hari Subagyo, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menggalang dukungan untuk membantu keberangkatan atlet, pelatih, ofisial, dan pendamping, khususnya dari daerah dengan keterbatasan finansial.
“Kami berikhtiar menggalang dana untuk membantu pembiayaan selama sepekan kompetisi. Donasi masyarakat akan kami kelola secara akuntabel dan transparan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, panitia akan menggelar gala dinner amal pada 22 Mei 2026 di Auditorium RRI Jakarta. Kegiatan ini akan menghadirkan karya penyandang disabilitas, seperti lelang lukisan, kain tenun, serta pertunjukan seni, sekaligus membuka peluang sponsorship dari individu maupun institusi.
Nezar juga mendorong pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan penggalangan dana, termasuk melalui aplikasi Kitabisa.
“Sekarang tersedia banyak platform digital, misalnya aplikasi Kitabisa. Syukur kegiatan ini beroleh dukungan para pemengaruh. Banyak pesohor dan masyarakat umum tergugah peduli dan bersedia berbagi,” pungkasnya.




