Dokter Muda Meninggal Akibat Campak, PDPI Ingatkan Risiko Fatal pada Dewasa

mediaindonesia.com
23 jam lalu
Cover Berita

KETUA  Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tjandra Yoga Aditama menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dokter muda akibat campak di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 26 Maret 2026. Dokter tersebut dilaporkan mengalami komplikasi pneumonia. Tjandra mengingatkan bahwa campak berisiko fatal.

Menurut Tjandra, kasus tersebut menjadi pengingat serius bahwa campak pada orang dewasa bukan penyakit ringan, melainkan dapat berkembang menjadi kondisi berat dengan komplikasi fatal.

“Campak dengan pneumonia pada dewasa adalah penyakit berat dan punya komplikasi fatal dan mematikan,” ujar Tjandra, Jumat (27/3). 

Baca juga : Dokter Meninggal Akibat Suspek Campak di Cianjur, Kemenkes: Ada Komplikasi Pneumonia

Ia menjelaskan, pneumonia berat merupakan penyebab utama kematian pada infeksi virus campak. Kondisi ini umumnya ditandai dengan tiga gejala utama, yakni demam tinggi, peradangan paru, serta gagal napas.

Dalam hal penanganan, Tjandra menyebut terapi yang diberikan bersifat suportif, seperti pemberian oksigen dan vitamin A dosis tinggi. Sementara itu, penggunaan obat antivirus seperti Ribavirin masih belum memiliki dasar ilmiah yang kuat dalam pengobatan campak.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya vaksinasi campak pada orang dewasa, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Mengacu pada rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat per 3 Maret 2026, vaksinasi diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan ke daerah wabah, serta kelompok khusus lainnya.

Baca juga : Darurat KLB Campak Jember: Sinergi Lintas Sektor di Semboro Targetkan 95% Sasaran

“Pada umumnya vaksin campak pada dewasa dapat diberikan satu dosis, walaupun pada keadaan tertentu perlu dua dosis, tergantung faktor risiko yang ada,” jelasnya.

Tjandra menambahkan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian campak. Ia menyebut Indonesia menempati peringkat kedua kejadian luar biasa (KLB) campak di dunia.

“Kita amat sedih dan berduka dengan wafatnya sejawat dokter di usia yang amat muda ini. Penyakit campak masih menjadi masalah kesehatan penting di negara kita,” katanya.

Ia menegaskan perlunya upaya lebih keras dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi serta memperkuat pengendalian penyakit menular. (H-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Jamu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Ini yang Dibahas
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Tantang Jaksa soal Dakwaan, Eks Sekretaris MA Nurhadi Sumpah Mubahalah
• 19 jam laludetik.com
thumb
Jepang Gandakan Syarat Tinggal untuk Naturalisasi Jadi Minimal 10 tahun Per 1 April
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Perang, Energi, dan Masa Depan SDGs
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Mensos Tinjau Calon Lokasi Sekolah Rakyat di PPI dan BP3 Curug Tangerang
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.