JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat langkah mitigasi banjir di tengah potensi cuaca ekstrem dengan mengandalkan kesiapan infrastruktur dan personel di lapangan.
1. Siagakan 1.200 Pompa
Lebih dari 1.200 unit pompa hingga pengerukan masif menjadi strategi utama untuk menekan risiko genangan.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan seluruh sistem pengendali banjir dalam kondisi siaga, mulai dari pompa, pintu air, hingga sistem polder yang tersebar di berbagai titik rawan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan, seluruh jajaran telah berada dalam kesiapsiagaan penuh.
“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan data hingga 13 Maret 2026, terdapat 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi.
Selain itu, tersedia 537 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta yang disiapkan untuk menjangkau titik genangan yang tidak terlayani pompa tetap.
Selain mengandalkan pompa, Dinas SDA mempercepat pengerukan sungai, kali, waduk, situ, dan embung guna meningkatkan kapasitas tampung air.
"Sejak 2 Januari hingga 13 Maret 2026, volume pengerukan telah mencapai 123.393 meter kubik," ujarnya.




