JAKARTA, DISWAY.ID - Penumpang wanita lansia berusia 60 tahun meninggal di jam pertama penerbangan British Airways rute Hong Kong-London pada Februari 2026.
Mengutip dari The Sun, peristiwa itu terjadi ketika pesawat berada di ketinggian 35 ribu kaki dengan nomor penerbangan BA32.
Lansia itu meninggal dunia saat jam penerbangan pertama, kematian penumpang itu tidak dianggap sebagai keadaan darurat sehingga pesawat tetap melaju ke Bandara Heathrow, Inggris selama 13 jam penerbangan.
BACA JUGA:Viral Veneer Gigi Finalis Miss Grand Thailand Tiba-Tiba Copot, Senyumannya Jadi Sorotan
"Banyak yang ingin kembali ke Hong Kong. Tetapi, terus terang, jika seorang penumpang telah meninggal, itu tidak dianggap sebagai keadaan darurat," jelas sumber kepada The Sun, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.
Awak kabin sempat kebingungan apa yang harus dilakukan pada jenazah, semula mereka berencana memindahkannya ke dalam toilet.
Namun usulan tersebut ditolak kru karena menghalangi penumpang lain yang hendak ke toilet.
Awak kabin juga sempat memindahkan jenazah ke dapur, namun mereka menyadari bahwa area tersebut memiliki lantai yang dipanaskan yang berpotensi memperburuk kondisi jenazah .
Akhirnya, jenazah lansia yang ditutupi selimut itu didudiki bersebelahan dengan pasangan asal Australia yang hendak berlibur.
BACA JUGA:Viral BYD Nyemplung ke Bundaran HI, Sopir Ngantuk?
Mereka duduk bersebelahan selama empat jam terakhir, namun selama waktu tersebut pasangan itu merasa tidak nyaman.
Saat pesawat mendekati London Heathrow Airport, sejumlah penumpang mulai mengeluhkan bau busuk menyengat.
Bau busuk tersebut menyebar ke bagian belakang pesawat hingga membuat penumpang resah.
Qatar Airways kemudian merilis pernyataan terkait insiden tersebut, menurut tinjauan internal awak kabin bertindak cepat dan profesional atas kematian wanita lansia tersebut.
"Penumpang ditempatkan di kursi lain, dan seorang kru duduk sepanjang waktu bersama penumpang yang meninggal selama penerbangan hingga mendarat di Doha," jelas pihak maskapai.
- 1
- 2
- »





