Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah target terkait Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk, termasuk sebuah hotel di Dubai yang disebut telah dihantam drone kamikaze.
Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita semi-resmi Tasnim pada Sabtu, 28 Maret 2026, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-84 operasi bertajuk “True Promise-4."
IRGC menyatakan sebuah hotel di Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi sasaran drone kamikaze, sementara enam kapal pendarat milik AS di Pelabuhan Shuwaikh, Kuwait, juga diserang.
Menurut klaim itu, tiga kapal dilaporkan tenggelam dan tiga lainnya mengalami kerusakan berat akibat serangan yang disebut melibatkan rudal Qadir 380 dengan jangkauan sekitar 1.000 kilometer.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pihak AS, Kuwait, maupun Uni Emirat Arab terkait klaim tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pasukan AS di negara-negara Teluk telah meninggalkan pangkalan militer dan berlindung di hotel, serta memperingatkan pihak hotel agar tidak menampung personel militer tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Iran melancarkan serangan balasan atas operasi militer AS dan Israel di wilayahnya. Serangan tersebut dilakukan melalui gelombang drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Eskalasi konflik ini juga dilaporkan berdampak pada gangguan pasar global dan sektor penerbangan internasional.
Baca juga: AS Targetkan Perang Iran Selesai dalam Hitungan Pekan Tanpa Pasukan Darat




