Trump Membahas Spidol Seharga Rp15 Juta di Saat Rapat Kabinet

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sampai harus menyela rapat Kabinet yang tengah membahas isu-isu genting seperti perang Iran dan lonjakan harga, hanya untuk membicarakan spidol favoritnya, merek Sharpie.

AP melaporkan, Trump tiba-tiba menginterupsi jalannya rapat tersebut hanya untuk memamerkan sebuah spidol Sharpie khusus berwarna hitam dan emas, lalu menceritakan panjang lebar bagaimana spidol pilihannya itu bisa menjadi alat tulis wajib di Gedung Putih.

"Lihat pena ini?” kata Trump mengawali penjelasannya soal Sharpie yang berlangsung sekitar lima menit.

"Pena ini adalah contoh yang menarik," tambahnya.

Momen tersebut menjadi satu dari sekian banyak interupsi panjang yang dilakukan Trump selama rapat. Interupsi ini terasa cukup janggal, mengingat banyaknya isu lebih penting yang seharusnya menjadi fokus pembahasan.

Monolog tentang Sharpie ini muncul tepat setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Utusan Khusus Steve Witkoff, Wakil Presiden JD Vance, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyampaikan laporan serius terkait serangan rudal, upaya pengayaan uranium Teheran, serta risiko keamanan yang dihadapi pasukan AS.

Trump beralasan, cerita panjang tersebut adalah contoh bagaimana insting bisnisnya dapat menghasilkan penghematan dalam anggaran belanja pemerintah federal.

Lewat cerita itu, ia juga sembari mengritik biaya renovasi gedung Federal Reserve di Washington yang ia anggap terlalu mahal.

"Kita harus meluruskan prioritas kita," tegas Trump.

Sejuruh kemudian, Trump menceritakan bahwa Gedung Putih dulunya selalu menyediakan pena bolpoin mewah yang harganya mencapai 1.000 dolar AS (sekitar Rp15 juta) per buah.

Menurut Trump, inefesiensi terjadi ketika dalam acara seremonial penandatanganan undang-undang, ia kerap membagikan pena tersebut sebagai cendera mata kepada anggota parlemen, pendukung, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyusunan beleid baru.

Penerimanya bahkan kerap kali adalah anak-anak yang, menurutnya, tidak memahami nilai dari barang mahal yang mereka terima.

"Terkadang tamu yang hadir bisa mencapai 30 hingga 40 orang," ujar Trump.

Meskipun dikenal menyukai gaya hidup dan fasilitas mewah, Trump mengaku merasa tidak nyaman jika harus membagikan pena mahal dalam jumlah banyak.

"Saya ingin menghemat uang," kata Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel Senen
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Maduro hadir lagi di pengadilan New York, pendukungnya berunjuk rasa
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Balik Lebaran 2026, Begini Keramaian Pelabuhan Bakauheni yang Dipadati Pemudik (27/3/2026)
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Orang Dekat Trump Minta Setop Perang Iran, Begini Nasibnya Sekarang
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Truk Logistik Wajib Patuhi Pembatasan Operasional saat Arus Balik
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.