Roblox Bakal Kooperatif PP Tunas, Anak di Bawah 13 Tahun Hanya Bisa Main Offline

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, Roblox tengah menyusun aturan agar pengguna di bawah umur 13 tahun hanya bisa menggunakan aplikasinya secara luar jaringan (luring) atau offline.

Penyesuaian ini Roblox lakukan untuk mematuhi implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) yang resmi diterapkan besok, Sabtu (28/3/2026).

“Roblox menyampaikan rencana penyesuaian fitur untuk pengguna di bawah 13 tahun yang hanya bisa bermain secara offline,” ujar Meutya saat konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Cerita Orangtua Melawan Konten “Brainrot” yang Dikonsumsi Anak di Medsos

Komdigi menilai, Roblox sudah menunjukkan sikap kooperatif sebagian meski belum menjelaskan kapan pengaturan itu akan diberlakukan.

“Penyampaian kepada tim kami untuk sementara dan masih ongoing bahwa kemungkinan memang di bawah usia tertentu dari online akan di-off-kan,” kata Meutya.

Aturan permainan offline tidak diatur dalam PP Tunas. Namun, Komdigi tetap mengapresiasi upaya Roblox dalam mengimplementasikan aturan dari Pemerintah Indonesia.

Sejauh ini, ada dua aplikasi yang telah kooperatif dalam implementasi penuh PP Tunas untuk Sabtu (28/3/2026).

Aplikasi X dan Bigo Live melakukan sejumlah perubahan pada aturan dalam aplikasi mereka.

“Platform X telah mengumumkan perubahan batas usia minimum menjadi 16 tahun dan ini sudah dilakukan jauh-hari yaitu sejak 17 Maret tahun 2026 yang disampaikan di halaman pusat bantuan,” lanjutnya.

Baca juga: Anak Dinilai Sulit Saring Informasi di Medsos, Rentan Terpengaruh Konten yang Beredar

Sementara, Bigo Live telah menaikkan batas usia menjadi 18 tahun ke atas.

“Bigo Live yang telah melakukan penyesuaian batas usia menjadi 18 plus pada perjanjian pengguna atau user content dan juga kebijakan keamanan privacy policy dan telah mengajukan permohonan pembaruan batasan usia kepada Appstore atau toko aplikasi,” imbuh Meutya.

Sementara, TikTok juga disebut memberikan sikap kooperatif untuk sebagian dan meminta waktu menyiapkan implementasi teknis di aplikasinya.

“Kepatuhannya kooperatif sebagian artinya arahnya sudah menuju ke sana hanya meminta perpanjangan atau sedikit waktu tambahan dan ini yang memang kita juga minta agar segera melengkapi kepatuhannya,” katanya.

Baca juga: Di Balik Keseruan Ortu Ngonten di Medsos Bersama Anak, Antara Hiburan dan Kenangan

Sementara empat aplikasi lainnya belum menyatakan kepatuhan terhadap PP Tunas. Mereka adalah YouTube, Facebook, Instagram, dan Threads.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meutya menyampaikan, pihaknya masih menunggu kepatuhan dari empat aplikasi ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AAJI: Skema New RBC Bisa Buat Kondisi Keuangan Asuransi Lebih Transparan
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Puncak Arus Balik Kedua di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Sabtu-Minggu
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Imbau Pemudik Manfaatkan Rest Area Alternatif
• 56 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Relaksasi Terukur Bahlil Diyakini Jaga Keseimbangan Produksi SDA dan Keberlanjutan Energi
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiba di Indonesia, PM Malaysia Anwar Temui Presiden Prabowo Bahas Konflik Global
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.