Bekasi: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek pada periode arus balik Idulfitri 1447H pada 26-27 Maret 2026 cenderung tersebar. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkap potensi peningkatan arus balik masih akan terjadi pada akhir pekan, hingga 29 Maret 2026.
Rivan mengimbau pengguna jalan tol untuk memanfaatkan rest area alternatif saat arus balik. Pasalnya, arus lalu lintas diprakirakan meningkat tajam hingga 29 Maret 2026.
“Potensi peningkatan arus balik masih diperkirakan terjadi pada periode akhir pekan hingga 28-29 Maret 2026. Tingginya volume kendaraan di akhir pekan ini juga akan berdampak pada peningkatan aktivitas pengguna jalan tol di rest area. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan yang terdampak kepadatan di sejumlah titik jalan tol,” ujar Rivan di Command Center KM 29 PJR Korlantas Polri Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat, 27 Maret 2026.
Rivan menerangkan, sejumlah rest area di Jalan Tol Trans Jawa arah Jakarta berpotensi mengalami kepadatan, khususnya di KM 229B dan KM 208B Ruas Palikanci serta KM 164B Ruas Cipali. Pemudik diimbau untuk mengatur pola perjalanan dengan memanfaatkan rest area alternatif, seperti di KM 360B dan KM 380B Ruas Batang–Semarang, maupun setelahnya di KM 130B Ruas Cipali.
Penerapan one way di Tol Cipali. Metrotvnews.com/ Ahmad Rofahan
Selain itu, pengguna jalan juga dapat keluar sementara dari jalan tol untuk beristirahat di luar tol atau di jalur arteri. Imbauan tersebut untuk menghindari kepadatan di rest area dalam tol.
"Sebagai langkah antisipasi, sesuai diskresi Kepolisian, akan diberlakukan skema buka-tutup rest area KM 62B serta penutupan sementara rest area KM 52B Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek secara situasional," ungkap Rivan.
Dia mengingatkan para pengemudi dari arah Bandung menuju Jakarta, untuk dapat menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) yang telah dibuka secara fungsional. Japek II Selatan dibuka untuk distribusi lalu lintas, sehingga diharapkan bisa mengurangi kepadatan di KM 66 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Untuk mendukung perencanaan perjalanan yang matang, Rivan menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi Travoy sebagai asisten digital perjalanan di jalan tol. Melalui Travoy, kata Rivan, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time, mengetahui lokasi rest area beserta fasilitas dan kapasitanya.
"Selain itu, informasi ketersediaan SPBU maupun SPKLU juga dapat diakses, sehingga pengguna jalan dapat merencanakan pengisian bahan bakar maupun pengisian daya kendaraan listrik dengan lebih optimal dan tidak perlu masuk ke rest area yang tidak sesuai dengan kebutuhannya,” papar Rivan.
Baca Juga :
22 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jateng via GT Kalikangkung"Pada jalur one way, lajur kanan dan bahu jalan tidak diperuntukkan untuk mendahului. Apabila hendak bergerak melambat, tetap gunakan lajur kiri sesuai ketentuan demi menjaga keselamatan bersama,” jelas Rivan.
Jasa Marga mencatat lalu lintas mulai tersebar pada 25 Maret 2026 sebanyak 206.243 kendaraan dan pada 26 Maret 2026 sebanyak 192.122 kendaraan. Angka tersebut merupakan kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak).
Berdasarkan data arus balik di empat gerbang tol utama tersebut, ungkap Rivan, sebanyak 2,36 juta kendaraan telah kembali ke arah Jakarta atau sekitar 69,45 persen. Sementara itu, total proyeksi arus balik sebanyak 3,39 juta kendaraan.
Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, mulai dari memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima, kendaraan dalam kondisi laik jalan, hingga merencanakan waktu keberangkatan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas terkini.
Pengguna jalan juga diimbau untuk memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik, patuhi rambu dan arahan petugas di lapangan serta selalu disiplin dalam ketentuan berkendara di jalan tol.




