Banyuwangi Dorong ASN Kurangi BBM, Sepeda dan Ojol Jadi Alternatif di Tengah Gejolak Energi

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah efisiensi energi dengan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) beralih ke transportasi yang lebih hemat BBM di tengah ketidakpastian pasokan energi global.

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi dunia.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan bahwa upaya penghematan ini merupakan bagian dari strategi bersama yang perlu diterapkan di lingkungan pemerintahan daerah.

Ia juga meminta ASN untuk menjadi teladan dalam penggunaan energi yang lebih bijak di kehidupan sehari-hari.

“Efisiensi energi ini merupakan mitigasi yang harus dilakukan bersama dalam menghadapi ketidakpastian situasi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Sebagai bagian dari pemerintah daerah saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam gerakan penghematan energi ini,” katanya dikutip dari ANTARA.

Dalam implementasinya, ASN diimbau mengurangi penggunaan kendaraan dinas dan mulai memanfaatkan transportasi umum maupun layanan ojek online untuk mobilitas kerja. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM sekaligus mendorong pola transportasi yang lebih efisien.

Bagi ASN yang tinggal dekat dengan tempat kerja, pemerintah daerah juga mendorong penggunaan sepeda kayuh sebagai alternatif transportasi harian. Selain mendukung penghematan energi, kebiasaan ini juga dinilai memberikan manfaat kesehatan bagi pegawai.

Kebijakan tersebut turut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak situasi geopolitik global. Hal ini menjadi bagian dari upaya antisipasi agar sektor energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian.

Selain pengaturan mobilitas, Pemkab Banyuwangi juga mendorong ASN untuk memaksimalkan penggunaan layanan digital dalam aktivitas kerja. Digitalisasi dinilai mampu mengurangi kebutuhan perjalanan fisik yang berdampak pada konsumsi BBM kendaraan dinas.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Didorong Perkuat Program Kompor Listrik Bersubsidi

Ipuk menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan, bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Pemerintah daerah berharap kondisi konflik internasional dapat segera mereda sehingga tidak memberikan tekanan lebih lanjut terhadap pasokan energi global.

Banyuwangi berupaya menjaga efisiensi energi sekaligus membangun budaya kerja yang lebih adaptif terhadap tantangan global. Kebijakan ini juga menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah merespons isu internasional dengan langkah konkret di tingkat lokal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Jamin WFH Sehari Sepekan Tak Ganggu Aktivitas Ekonomi
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pelatih Saint Kitts and Nevis Ungkap Biang Kerok Kekalahan 4-0 dari Timnas Indonesia
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Serang Iran, Tingkat Penolakan Terhadap Trump Catat Angka Tertinggi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pelaku Rudapaksa Turis China di Bali Ditangkap Saat Balik Lagi Datangi Vila Korbannya
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Generasi Muda Belajar Anyam Janur, Lestarikan Lebaran Ketupat,
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.